TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Saipar Dolok- Keindahan alam tersembunyi di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok (SD) Hole, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mulai dilirik untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru.
Salah satu potensi tersebut adalah sampuran atau air terjun yang masih alami dan belum banyak tersentuh. Keberadaan sampuran ini diketahui setelah Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu mendapat informasi dari masyarakat mengenai air terjun yang lokasinya tidak jauh dari jalan lintas.
Baca Juga:
Siap Jadi Tuan Rumah Etape Tour de NTT 2025, Joni Watu: Momentum Promosi Ngada kepada Dunia
Usai menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung di Desa Damparan Haunatas, Sabtu (8/8/2026), Gus Irawan bersama sejumlah warga menyempatkan diri meninjau langsung lokasi sampuran tersebut.
Dari jalan lintas, lokasi air terjun sebenarnya hanya berjarak sekitar 200 hingga 300 meter. Namun, karena belum tersentuh pembangunan, perjalanan menuju lokasi masih harus ditempuh dengan berjalan kaki melalui jalan setapak yang cukup terjal dan sebagian besar masih berupa tanah.
Kondisi tersebut membuat perjalanan membutuhkan stamina yang cukup. Meski demikian, rasa lelah terbayar setelah tiba di lokasi dan menyaksikan langsung suasana alam yang masih asri.
Baca Juga:
PAPBD Tapteng 2025 Berpotensi Perkada
Di sekitar sampuran terdapat pepohonan hijau yang cukup lebat. Lokasinya juga berada tidak jauh dari kawasan hutan, perkebunan, serta hamparan sawah milik masyarakat. Perpaduan kondisi alam tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis alam.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras tenaga, Gus Irawan bersama warga akhirnya tiba di lokasi air terjun. Ia bahkan sempat berdiri di atas batu besar yang berada di aliran air untuk menikmati langsung kejernihan dan kesejukan air sampuran tersebut.
Gus Irawan menilai keberadaan Sampuran Damparan Haunatas memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Tapsel.
Namun, menurutnya, persoalan utama yang perlu diperhatikan adalah akses menuju lokasi. Pemerintah Kabupaten Tapsel akan melihat peluang untuk menghubungkan jalan usaha tani yang nantinya dibangun guna mendukung pengembangan sektor pertanian dengan akses menuju sampuran.
"Sebetulnya kan kunjungan kami ini panen jagung dan memangmasih akan ada perluasan yang kedepannya akan butuh jalan pertanian atau jalan usaha tani. Nah, nanti kita lihat peluanggya menyambung untuk sampai ke Sampuran Damparan Haunatas," kata Gus Irawan.
Selain memiliki potensi wisata, Gus Irawan juga memastikan bahwa kawasan tersebut bukan merupakan kawasan hutan. Hal itu dinilai penting karena wilayah tersebut masih memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung.
Dengan kondisi alam yang masih alami, air yang jernih, serta lingkungan yang dikelilingi pepohonan, kebun, dan persawahan masyarakat, Sampuran Damparan Haunatas dinilai memiliki modal awal untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata alam baru di Tapsel.
Pengembangan kawasan tersebut tentunya membutuhkan penataan dan peningkatan akses secara bertahap. Dengan demikian, keberadaan sampuran yang selama ini hanya diketahui masyarakat setempat tidak lagi menjadi potensi tersembunyi, tetapi dapat berkembang menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari dalam maupun luar daerah.
[Redaktur: Muklis]