TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Tapanuli Selatan- Kerangka manusia ditemukan di pinggiran Sungai Garoga, Desa Aek Ngadol Sitinjak, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (6/3/2026) siang. Kerangka tersebut diduga merupakan korban musibah banjir bandang yang terjadi di wilayah Garoga pada akhir November 2025 lalu.
Penemuan tulang belulang manusia itu pertama kali dilaporkan Kepala Desa Aek Ngadol, Saolon Sitompul, kepada pihak kepolisian setelah warga menemukannya di kawasan tumpukan kayu bekas banjir di sekitar aliran sungai.
Baca Juga:
Polisi Berhasil Identifikasi Kerangka Manusia yang Ditemukan di Dalam Goa
Kapolsek Batangtoru, P. M. Siboro, mengatakan pihaknya segera menurunkan personel ke lokasi setelah menerima informasi dari Bhabinkamtibmas setempat.
"Setelah menerima laporan dari kepala desa, personel Unit Reskrim langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta penyelidikan awal," ujar Siboro.
Kerangka tersebut ditemukan di area kebun sawit milik warga yang berada di pinggiran Sungai Batangtoru. Saat ditemukan, kondisi jenazah sudah tidak utuh dan sebagian besar hanya tersisa tulang belulang.
Baca Juga:
Geger Penemuan Kerangka Manusia Masih Berbalut Bra dan Celana di Malang
Seorang warga bernama Hamzah Siregar menduga kerangka tersebut merupakan ibunya, Tiarma Sitompul (55), warga Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, yang sebelumnya dilaporkan hilang saat banjir bandang Garoga pada November 2025.
Pihak keluarga mengaku mengenali korban melalui ciri susunan gigi bagian bawah. Selain itu, beberapa minggu setelah bencana terjadi, tas milik korban juga ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan kerangka tersebut.
"Berdasarkan keterangan keluarga dan ciri-ciri yang dikenali, kerangka tersebut diduga merupakan korban yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat banjir Garoga. Namun demikian, kami tetap melakukan pendataan dan pengumpulan keterangan dari para saksi," jelas Siboro.
Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta keluarga korban, jenazah kemudian dibawa menggunakan mobil patroli menuju Tempat Pemakaman Umum Aek Ngadol untuk dimakamkan.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan, Bontor Desmonth Sitorus, menegaskan pihak kepolisian tetap menjalankan prosedur dalam penanganan temuan tersebut.
"Personel telah melakukan olah tempat kejadian perkara, pendataan identitas korban serta pemeriksaan terhadap para saksi," ujarnya.
Ia memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur, termasuk pengawalan jenazah dari lokasi penemuan hingga proses pemakaman.
[Redaktur: Muklis]