TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Batangtoru- Pagi itu, jarum jam baru menunjukkan pukul 09.00 WIB. Namun antrean sudah mulai mengular di salah satu sudut area PLTA Batangtoru. Bukan untuk absen kerja, bukan pula rapat proyek. Mereka datang untuk satu tujuan sederhana: mendonorkan darah.
Di tengah semangat menyambut Bulan K3 Nasional 2026, PT North Sumatera Hydro Energy (PT NSHE) bersama Sinohydro Corporate Limited memilih cara yang berbeda untuk memaknai keselamatan dan kesehatan kerja. Bagi mereka, K3 bukan hanya soal helm, sepatu safety, atau rambu-rambu peringatan. K3 adalah tentang kepedulian.
Baca Juga:
Danrem 042/Gapu Ikuti Rapurna TMMD ke-46 TA 2025 Secara Virtual
Satu per satu karyawan duduk di kursi donor. Lengan digulung, wajah tenang, sebagian tersenyum. Ada yang baru pertama kali, ada pula yang sudah rutin.
"Saya sudah beberapa kali donor darah di kegiatan seperti ini. Rasanya senang bisa membantu orang lain sambil juga menjaga kesehatan diri sendiri," tutur Mochammad Dio Adi Anugrah, karyawan PT NSHE, sambil menunggu proses donor selesai.
Bagi Dio dan rekan-rekannya, ini bukan sekadar agenda seremonial. Ini tentang kemungkinan bahwa darah yang mereka sumbangkan hari itu bisa mengalir di tubuh seseorang yang sedang berjuang di ruang perawatan.
Baca Juga:
Pasca Banjir Bandang dan Longsor Tapanuli Pasokan BBM Langkah di SPBU, Roda Perekonomian Terancam Lumpuh
Manager Environmental, Health, and Safety PT NSHE, Kusworo, memandang kegiatan ini sebagai wujud nyata makna kolaborasi dalam tema Bulan K3 Nasional 2026: "Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif."
"K3 bukan hanya soal prosedur kerja di lapangan. Lebih dari itu, ini tentang membangun ekosistem kepedulian, baik kepada rekan kerja maupun masyarakat luas. Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa," ujarnya.
Kerja sama dengan PMI Kabupaten Tapanuli Selatan membuat kegiatan ini terasa semakin bermakna. Terlebih, stok darah PMI sebelumnya banyak terpakai untuk membantu para korban bencana.
Perwakilan PMI Tapsel, dr. Martua Hamonangan, mengaku bersyukur atas konsistensi PLTA Batangtoru yang rutin menggelar donor darah beberapa kali dalam setahun.
"Kebutuhan darah di rumah sakit selalu tinggi. Sementara pendonor tidak selalu banyak. Kontribusi seperti ini sangat membantu kami menjaga stok tetap aman," katanya.
Di lokasi yang sama, tak ada sekat perusahaan. Karyawan dari PT NSHE, Sinohydro Corporate Limited, PT SAE, Huadong Engineering Corporation Limited, hingga PT Jiatian duduk berdampingan. Semua melebur dalam satu aksi kemanusiaan.
Ketua Panitia Bulan K3 Nasional 2026 dari Sinohydro Corporate Limited, Sawaludin, menyebut inilah makna kolaboratif yang sesungguhnya.
"Kami bekerja di satu lokasi yang sama. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Dan kepedulian kepada masyarakat juga harus dilakukan bersama," ujarnya.
Bagi sebagian orang, donor darah mungkin hanya rutinitas medis. Namun di Batangtoru pagi itu, ia menjelma menjadi simbol: bahwa perusahaan bisa hadir bukan hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari denyut kehidupan masyarakat.
Di sela aktivitas proyek dan target pekerjaan, mereka menyempatkan diri berbagi. Tanpa sorotan berlebihan, tanpa panggung megah. Hanya kursi donor, kantong darah, dan niat tulus untuk membantu.
Karena pada akhirnya, keselamatan dan kesehatan kerja bukan hanya tentang pulang dengan selamat. Tetapi juga tentang memastikan orang lain punya kesempatan untuk tetap hidup.
[Redaktur: Muklis]