TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Sayur Ma tinggi- Program Gerakan Seribu Kolam yang diinisiasi Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mulai menunjukkan hasil. Selain meningkatkan produksi perikanan budidaya, program tersebut kini membuka akses pasar yang lebih pasti bagi pembudidaya ikan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perikanan Tapsel, Syaiful AP Nasution, usai penebaran 15 ribu benih ikan lele dan penyerahan 45 zak pakan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Natama Sipange Godang di Desa Sipange Godang, Kecamatan Sayur Matinggi, Kamis (23/7/2026).
Baca Juga:
Tanjung Leidong: Gerakan Anti Narkoba Bergema
Syaiful mengatakan, empat Pokdakan di Desa Sipange Godang yang menjadi binaan Dinas Perikanan telah mulai merasakan hasil pendampingan pemerintah. Selain berhasil memanen sekitar 1,5 ton lele untuk dipasarkan ke masyarakat dan rumah makan, kelompok tersebut juga telah memasok kebutuhan ikan untuk dapur MBG di Kabupaten Tapsel.
"Pokdakan di sini sudah dua kali menyuplai ikan lele ke dapur MBG di Kelurahan Sitinjak dan Kelurahan Bintuju. Total yang telah disuplai mencapai sekitar 600 kilogram," ujarnya.
Menurutnya, dalam kurun waktu kurang dari dua bulan, produksi lele dari Pokdakan di Desa Sipange Godang telah mencapai sekitar 2,1 ton dan masih terdapat ikan yang belum dipanen.
Baca Juga:
Cak Imin Tunggu Waktu Laporkan Gerakan "Politik Uang” untuk Hentikan Dukungan Kepadanya
Syaiful menilai kehadiran Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi solusi atas persoalan pemasaran yang selama ini dihadapi pembudidaya ikan.
Selain memiliki pasar yang jelas, harga pembelian untuk kebutuhan dapur MBG juga lebih tinggi dibandingkan harga pasar maupun rumah makan.
"Selama ini tantangan terbesar pembudidaya bukan hanya produksi, tetapi kepastian pasar. Dengan adanya kebutuhan dapur MBG, hasil budidaya masyarakat memiliki pasar yang jelas," katanya.
Ia menjelaskan, perhatian pemerintah terhadap sektor perikanan tidak hanya melalui bantuan benih dan pakan. Sejak 2025, Pemkab Tapsel telah menyalurkan 12 ribu benih lele kepada empat Pokdakan di Desa Sipange Godang, bantuan indukan lele, pelatihan pembenihan dan pembesaran ikan, hingga pendampingan oleh Penyuluh Perikanan Lapangan (PPL).
Program tersebut juga diperkuat melalui dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang sebelumnya menyalurkan sekitar 200 ribu benih lele serta puluhan ton pakan kepada kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Batang Angkola, Sayur Matinggi, dan Aek Gunung.
Syaiful menegaskan seluruh bantuan itu merupakan bagian dari Gerakan Seribu Kolam yang digagas Bupati Gus Irawan Pasaribu untuk mewujudkan swasembada ikan sekaligus mendukung Program MBG.
"Harapannya, kesejahteraan pembudidaya meningkat karena hasil budidaya mereka terserap dengan baik untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pokdakan Clarias, Abdul Basir, mengaku program MBG berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan kelompok. Sebelum menjadi pemasok dapur MBG, harga jual lele berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Kini, harga jual mencapai Rp23 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram, tergantung kondisi ikan.
Meski demikian, Basir berharap pemerintah terus memberikan pendampingan, terutama dalam penanganan penyakit ikan yang masih menjadi kendala utama dalam budidaya.
Pada hari yang sama, Pemkab Tapsel juga menyalurkan bantuan benih ikan dan pakan kepada sejumlah Pokdakan di Kecamatan Angkola Barat dan Batang Angkola sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan budidaya dan mendukung keberhasilan Program MBG.
[Redaktur: Muklis]