TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Panyabungan– Sebagai tindak lanjut arahan Bupati Mandailing Natal H. Saipullah Nasution dalam mewujudkan Kabupaten Mandailing Natal yang Bersih, Sehat, dan Produktif, empat Organisasi Perangkat Daerah berkolaborasi menangani persoalan sampah di Pasar Baru Panyabungan.
Kolaborasi tersebut tertuang dalam Pertemuan dan Koordinasi yang digelar pada Kamis, 18 Juni 2026, bertempat di Pelataran Pedagang Pasar Baru Panyabungan. Koordinasi dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perdagangan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Kelurahan Hutasiantar.
Baca Juga:
Di Forum Ekonomi Tri Hita Karana, PLN bersama Pemerintah Ajak Komunitas Global Berkolaborasi dalam Pendanaan Transisi Energi
“Sesuai arahan Bapak Bupati, masalah di lapangan harus diselesaikan dengan kerja bersama, bukan bekerja sendiri-sendiri. Hari ini kita buktikan.”
Koordinasi menyepakati dua program utama pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi:
Pertama, Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme.
Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan bahwa 60% komposisi sampah Pasar Baru merupakan sisa sayur dan buah. Sampah tersebut akan dipilah dan diolah menjadi eco enzyme oleh kelompok masyarakat binaan.
Baca Juga:
Kapolres Padangsidimpuan Ajak Tokoh Masyarakat Aktif Wujudkan Pemilu Damai dengan Program "Cooling System"
Ditargetkan, produksi eco enzyme mencapai 500 liter per 3 bulan untuk dimanfaatkan sebagai cairan pembersih ramah lingkungan di lingkungan perkantoran pemerintah daerah dan dikembangkan sebagai produk UMKM Kelurahan Hutasiantar.
Kedua, Budidaya Maggot Black Soldier Fly dari Sampah sayur mayur dan buah. Dinas Perdagangan mengusulkan pemanfaatan sampah sisa sayur dan buah dari pedagang untuk budidaya maggot. Nantinya, Dinas Lingkungan Hidup akan menyiapkan biopond dan pendampingan teknis, sementara Kelurahan Hutasiantar mengusulkan lahan percontohan “Rumah Maggot” direncanakan belakang kantor UPT Dinas Pertanian.
Program ini diproyeksikan dapat mereduksi 400 kilogram sampah per hari sekaligus menghasilkan maggot kering sebagai alternatif pakan ternak bagi masyarakat.