TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Mandailing Natal- Mandi bersama menyambut Ramadhan di Indonesia adalah fenomena budaya dan ini bukan kewajiban syariat dalam Islam.
Meskipun diperbolehkan sebagai bentuk kebersihan, hukumnya bisa menjadi haram jika bercampur antara laki-laki dan perempuan bukan mahram atau membuka aurat dan ini bukan kewajiban" sebut Todung" Jum'at 14/2/2026.
Baca Juga:
Biji Kedawung, Rempah Tersembunyi dengan 7 Manfaat Kesehatan Luar Biasa
Mandi bersama tidak ada dalil shahih atau perintah dari Nabi Muhammad SAW maupun sahabat untuk melakukan mandi khusus guna menyambut bulan Ramadhan.
Tradisi ini boleh dan dianggap sebagai bagian dari kebersihan lahiriah sebagai bentuk pelestarian budaya, selama tidak meyakini bahwa mandi tersebut wajib atau memiliki pahala khusus.
Islam lebih menekankan untuk menyambut Ramadhan dengan membersihkan hati, meningkatkan amal ibadah, doa dan zikir.
Baca Juga:
Gotong Royong Bersama Aparatur Desa dan Warga Desa Dolok Sinumbah: Memperindah Lingkungan
Kesimpulannya, mandi sebelum Ramadhan itu baik untuk membersihkan diri, namun sebaiknya dilakukan sendiri-sendiri atau bersama keluarga mahram di tempat tertutup, tidak perlu beramai-ramai mandi disungai atau di tempat umum yang menimbulkan mudharat.
Tradisi mandi menyambut Ramadhan biasanya dilaksanakan satu atau dua hari lagi jelang puasa diakhir bulan Sakban.
[Redaktur: Muklis]