TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Panyabungan- Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menerima audiensi resmi dari delegasi manajemen Lion Air Group di ruang kerjanya, Kantor Bupati Mandailing Natal, pada Rabu (15/07/2026).
Pertemuan konstruktif ini digelar dalam rangka menindaklanjuti serta mematangkan rencana realisasi operasional penerbangan komersial di Bandar Udara Jenderal Besar AH. Nasution.
Dalam pertemuan penting tersebut, Bupati H. Saipullah Nasution didampingi langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Madina beserta Asisten III Bidang Administrasi Umum.
Sementara itu, jajaran representatif dari manajemen Lion Air Group yang hadir meliputi:
Baca Juga:
PLN Optimis Capai 100 Persen Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Operasional di 2024
Juli Aspita (Area Manager)
Neni Artauli Sianturi (Public Relations Lion Group)
Fery Praja Lubis (Assistant Area Manager)
Dede Oktoviandoko (Assistant Area Manager)
Didampingi langsung oleh Kepala beserta staf Bandara Jenderal Besar AH. Nasution.
Dalam sesi diskusi interaktif, Area Manager Lion Air Group, Juli Aspita, memaparkan bahwa pihak maskapai telah mengambil langkah progresif dengan membuka sistem penjualan tiket penerbangan (reservasi) menuju Mandailing Natal sejak beberapa hari yang lalu.
Pihak manajemen memastikan bahwa armada yang akan dioperasikan untuk melayani rute baru ini adalah maskapai Wings Air. Penerbangan perdana (inaugural flight) dijadwalkan akan resmi mengudara mulai 1 Agustus 2026.
Baca Juga:
2024, PLN Siap Wujudkan Penggunaan Kendaraan Listrik 100 Persen untuk Operasional
Untuk tahap awal, Wings Air akan melayani rute koridor Kualanamu (KNO) – Mandailing Natal (Panyabungan) PP sebanyak 3 kali seminggu, yaitu pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu, dengan rincian jadwal sebagai berikut:
Kualanamu
ightarrow Mandailing Natal: Berangkat pukul 13.00 WIB, tiba pukul 14.20 WIB.
Mandailing Natal
ightarrow Kualanamu: Berangkat pukul 14.45 WIB, tiba pukul 16.05 WIB.
Pihak Lion Air Group menaruh harapan besar agar sinergitas dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madina dapat berjalan optimal demi mendongkrak load factor (tingkat keterisian penumpang) yang menjanjikan.
"Kami sangat berharap tingkat keterisian penumpang (load factor) nantinya memuaskan, Pak. Tentu kami juga memohon dukungan penuh dari Bapak Bupati. Untuk harga tiket yang kami rilis saat ini berada di angka Rp1,2 juta. Menurut analisis kami, tarif ini sangat kompetitif dan terjangkau jika dibandingkan dengan rute Sibolga yang mencapai Rp1,5 juta, atau wilayah lain seperti Toli-Toli dengan jarak tempuh serupa yang bisa menyentuh angka Rp2 juta," ungkap Juli di tengah diskusi hangat tersebut.