Suharyanto menjelaskan, biaya tersebut berupa bantuan Rp600 ribu per jiwa per bulan bagi pengungsi, Rp3 juta untuk pengganti isi rumah, dan Rp5 juta untuk modal usaha bagi pengusaha yang terdampak.
Ketua Satgas Pemulihan Bencana Sumatera Tito Karnavian mengatakan, ada sejumlah indikator yang menunjukkan daerah bencana telah kembali normal. Antara lain berjalannya pemerintahan dari tingkat provinsi hingga desa, layanan publik yang baik, akses darat yang lancar, aktivitas ekonomi, serta ketersediaan SPBU, gas LPG, listrik, internet, dan air minum dalam kondisi baik.
Baca Juga:
Bupati Madina Perkuat Kerja Sama Daerah dengan Bupati Pasaman Barat
“Kalau dilihat dari pemetaan kami, Sumut sudah membaik secara umum, hanya tinggal beberapa daerah yang masih perlu kita percepat seperti Tapsel, Tapteng, Taput, Sibolga, yang beberapa indikatornya masih belum baik,” kata Tito Karnavian.
Rakor tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, Wakil Gubernur Sumut Surya, unsur Forkopimda, dan seluruh bupati dan walikota daerah terdampak bencana.
[Redaktur: Muklis]