TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Jakarta- Wilayah Pantai Utara Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat Minggu 22 Februari 2026 jam 22.35 WIB diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,0. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,77° LS ; 99,09° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 24 Km arah Utara Siberut Utara, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 40 km. Minggu malam (22/2/2026).
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), daerah Pariaman, Padang, Padang Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.
Hingga pukul 23.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ).
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.
Jakarta, 22 Februari 2026
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, oleh Dr. Rahmat Triyono, S.T, Dipl. Seis M.Sc.
[Redaktur: Muklis]