Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Industri Energi, Minyak dan Gas Kementerian BUMN Abdi Mustakim mengapresiasi peran PLN dalam pengurangan emisi. Ia menilai dari seluruh BUMN, PLN menjadi ujung tombak dalam pengurangan emisi nasional.
"PLN memiliki peran penting dalam penurunan emisi, khususnya di lingkup BUMN," paparnya.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
Abdi menjelaskan PLN setidaknya memiliki dua misi khusus. Pertama, pertumbuhan industri ke depan yang membutuhkan listrik terjangkau dan berasal dari energi bersih. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu dari lima inisiatif Kementerian BUMN dalam pengurangan emisi.
"Maka target kami membentuk Sustainable Industrial Cluster di BUMN menjadi peran penting PLN. PLN menjadi leader dalam aspek ini, selain meningkatkan kapasitas pembangkit EBT agar secara emisi karbon juga semakin bisa ditekan," imbuhnya.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Bidang Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana menjelaskan dalam mendukung langkah PLN, pemerintah telah mengajak semua pihak bekerja sama dengan PLN.
Baca Juga:
Tarif Listrik April 2025 Tidak Naik, Ini Alasannya!
Pemerintah pun terus berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang stabil dan menarik bagi investor sehingga dapat menciptakan pengurangan emisi karbon bersama PLN
"Kami mendukung penuh langkah PLN dalam mengurangi emisi karbon," tutup Dadan. [dny]