Namun, menurutnya, persoalan utama yang perlu diperhatikan adalah akses menuju lokasi. Pemerintah Kabupaten Tapsel akan melihat peluang untuk menghubungkan jalan usaha tani yang nantinya dibangun guna mendukung pengembangan sektor pertanian dengan akses menuju sampuran.
"Sebetulnya kan kunjungan kami ini panen jagung dan memangmasih akan ada perluasan yang kedepannya akan butuh jalan pertanian atau jalan usaha tani. Nah, nanti kita lihat peluanggya menyambung untuk sampai ke Sampuran Damparan Haunatas," kata Gus Irawan.
Baca Juga:
Siap Jadi Tuan Rumah Etape Tour de NTT 2025, Joni Watu: Momentum Promosi Ngada kepada Dunia
Selain memiliki potensi wisata, Gus Irawan juga memastikan bahwa kawasan tersebut bukan merupakan kawasan hutan. Hal itu dinilai penting karena wilayah tersebut masih memungkinkan untuk dimanfaatkan dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung.
Dengan kondisi alam yang masih alami, air yang jernih, serta lingkungan yang dikelilingi pepohonan, kebun, dan persawahan masyarakat, Sampuran Damparan Haunatas dinilai memiliki modal awal untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata alam baru di Tapsel.
Pengembangan kawasan tersebut tentunya membutuhkan penataan dan peningkatan akses secara bertahap. Dengan demikian, keberadaan sampuran yang selama ini hanya diketahui masyarakat setempat tidak lagi menjadi potensi tersembunyi, tetapi dapat berkembang menjadi daya tarik wisata yang mampu menarik kunjungan masyarakat dari dalam maupun luar daerah.
Baca Juga:
PAPBD Tapteng 2025 Berpotensi Perkada
[Redaktur: Muklis]