TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Sipirok- Nama Gussa Oliver Nainggolan, remaja berusia 15 tahun asal Sumatera Utara, kini menjadi kebanggaan keluarga dan jajaran Polres Tapanuli Selatan (Tapsel).
Putra personel Polres Tapsel itu dipercaya menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional yang mewakili Provinsi Sumatera Utara pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Senin (17/8/2026).
Baca Juga:
Bupati Fakfak Buka Pemusatan Pelatihan Paskibraka 2026, Kapolres Hadiri Beri Dukungan
Gussa merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, pasangan Ipda Jansa Nainggolan dan Judika Sihombing. Sang ayah merupakan Kanit Gakkum Satlantas Polres Tapsel.
Perjalanan Gussa hingga berdiri di Istana Negara bukanlah sesuatu yang instan. Ia harus melewati serangkaian seleksi secara bertahap, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga akhirnya terpilih mewakili Sumatera Utara di tingkat nasional.
Menariknya, keinginan Gussa mengikuti seleksi Paskibraka Nasional muncul dari dorongan sang kakak, Ipda Dear Natali Nainggolan, Sang kakak merupakan lulusan terbaik Taruna Akademi Kepolisian tahun 2025.
Baca Juga:
DPRD Barito Utara Apresiasi Seleksi Paskibraka 2026, 45 Siswa Terpilih
Motivasi tersebut kemudian dijawab Gussa dengan kerja keras, disiplin, dan persiapan yang matang hingga berhasil mencapai salah satu pencapaian bergengsi bagi pelajar Indonesia.
Bagi keluarga, keberhasilan Gussa bukan sekadar prestasi. Kesempatan mengemban tugas sebagai Paskibraka Nasional menjadi pengalaman berharga yang diharapkan membentuk karakter dan rasa tanggung jawabnya.
"Ini merupakan pengalaman berharga yang tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi pembelajaran tentang tanggung jawab dan disiplin," ujar Ipda Jansa.
Ia mengatakan, keluarga sejak awal terus memberikan dukungan kepada Gussa sekaligus menanamkan pentingnya disiplin dan kerja keras.
"Kami selalu mengajarkan bahwa setiap keberhasilan membutuhkan usaha dan tanggung jawab," katanya.
Prestasi Gussa pun mendapat apresiasi dari Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Anton Santoso. Ia menilai pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Polres Tapsel.
"Saya berharap seluruh personel dapat terus mendukung dan mendorong putra-putrinya untuk mengembangkan potensi dan meraih prestasi hingga menjadi generasi yang berkarakter," ujar Anton.
Gussa lahir pada 1 Agustus 2010 dan saat ini duduk di kelas XI SMA Negeri 2 Balige Yayasan Tunas Bangsa Soposurung.
Dari lingkungan keluarga polisi hingga akhirnya berdiri di Istana Negara, perjalanan Gussa menjadi gambaran bahwa disiplin, dukungan keluarga, dan kerja keras dapat mengantarkan generasi muda daerah menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Kini, pengalaman menjadi bagian dari Paskibraka Nasional akan menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan Gussa—sekaligus kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan Polres Tapanuli Selatan.
[Redaktur: Muklis]