TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Panyabungan - Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution berpesan kepada para peserta 6th English Festival Tadris Bahasa Inggris STAIN Madina untuk tidak takut salah dalam mempraktikkan bahasa Inggris di kehidupan sehari-hari.
"If you would like to fluently in English, you must every day practice. Jangan takut bikin salah. Enggak perlu takut karena ini bukan bahasa kita, ini bahasa orang lain," kata Saipullah saat membuka festival tersebut di Kompleks STAIN Madina, Panyabungan, pada Senin, 25 Mei 2026.
Baca Juga:
Teknologi Canggih Tak Menjamin, F-35 Ternyata Rentan Karatan
Bupati menjelaskan, bahasa Inggris telah ditetapkan sebagai bahasa internasional dan menjadi perantara komunikasi di bidang kesehatan, pendidikan, pertahanan, dan perdagangan global.
Dia pun menyambut baik festival bertajuk Master the Language, Own the Stage yang diikuti oleh pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA karena dipandang berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Madina yang saat ini masih di grade rendah untuk Sumatera Utara.
"Manfaatkan festival ini sebaik-baiknya. Berani mencoba, berani salah, berani tampil. Dari panggung kecil inilah lahir kreator, penulis, dan pemimpin masa depan. Bahasa Inggris sebagai kunci daya saing generasi muda yang depan," sebut dia.
Baca Juga:
AS dan Iran Belum Ada Tanda Tanda Damai, Inggris Siagakan Kapal Perang di Selat Hormuz
Pemkab Madina, sebut Saipullah, akan terus mendukung program-program pendidikan yang menunjang pembangunan daerah. Dia berharap, EF STAIN ini bisa diselenggarakan lebih sering sehingga menjadi ruang bagi generasi muda Bumi Gordang Sambilan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
"Pemkab Madina berkomitmen penuh mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia. Kita ingin anak-anak Madina mampu tampil di panggung nasional maupun internasional, tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter kita," harap Bupati Saipullah.
Ketua STAIN Madina Dr. Mara Samin Lubis mengatakan, perguruan tinggi tersebut butuh dukungan dan perhatian dari pemerintah daerah. Dia menambahkan, saat ini lebih dari 3.700 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan.