TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Sipirok- Di tengah kesibukan menjalankan tugas penegakan hukum, langkah kecil yang dilakukan personel Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) pada Minggu (9/8/2026) membawa pesan sederhana: kepedulian kepada sesama.
Melalui kegiatan Minggu Kasih, personel Satresnarkoba Polres Tapsel menyambangi masyarakat yang membutuhkan dan menyalurkan bantuan sosial berupa beras kepada warga lanjut usia (lansia) serta keluarga kurang mampu di wilayah hukum Polres Tapanuli Selatan.
Baca Juga:
Jenazah Aiptu Sumariyanto yang Hilang Saat Operasi Narkoba Ditemukan
Bagi sebagian orang, beras mungkin terlihat sebagai bantuan sederhana. Namun bagi warga yang tengah berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut memiliki arti tersendiri.
Kasat Resnarkoba Polres Tapsel, AKP Philip Antonio Purba, mengatakan kegiatan itu dilaksanakan atas perintah dan petunjuk Kapolres Tapsel AKBP Anton Santoso, sebagai bentuk kepedulian Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kita selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian sosial," ujar AKP Philip Antonio Purba.
Baca Juga:
Satu Lagi Terduga Penyerang Aparat di Katingan Ditangkap Polisi
Menurutnya, bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat yang dinilai membutuhkan, khususnya para lansia dan keluarga kurang mampu.
"Kami berharap bantuan yang diberikan dapat sedikit membantu memenuhi kebutuhan masyarakat penerima," katanya.
Di balik kegiatan tersebut, ada harapan agar hubungan antara polisi dan masyarakat tidak hanya terbangun ketika terjadi persoalan keamanan. Lebih dari itu, kehadiran polisi diharapkan dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
AKP Philip menuturkan, kegiatan Minggu Kasih merupakan salah satu bentuk pelayanan kepolisian yang humanis. Kepedulian sosial dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
"Kita berupaya membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat kemitraan dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif," pungkasnya.
Bagi warga penerima, mungkin bantuan itu akan habis dalam hitungan hari. Namun perhatian yang menyertainya diharapkan meninggalkan sesuatu yang lebih panjang: rasa bahwa mereka tidak berjalan sendiri dan bahwa di tengah masyarakat masih ada tangan yang bersedia membantu.
[Redaktur: Muklis]