TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Panyabungan Timur- Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution dan warga Kelurahan Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, makan bersama dengan menggunakan daun pisang sebagai pengganti piring (marpinggan bulung).
Suasana sederhan dan akrab itu terjadi di sela-sela acara panen raya yang berlangsung di kelurahan tersebut, tepatnya di sawah yang ada di sampaing SMAN 1 Panyabungan Timur pada Rabu, 27 Januari 2026.
Baca Juga:
Bupati Madina Terima Kunjungan Kerja Bupati Pasaman Barat
Marpinggan bulung merupakan salah satu kearifan lokal saat musim panen. Dulunya, masyarakat saling bantu ketika ada tetangga atau famili yang panen. Saat makan, biasanya tuan rumah akan menyajikan nasi dan lauk dengan daun pisang sebagai pengganti piring.
Bupati Saipullah menjelaskan, panen ini direncanakan tahun lalu saat pemerintah membagikan benih padi varietas Inpari 32 kepada kelompok tani yang ada di Panyabungan Timur.
"Alhamdulillah kita lihat hari ini serentak, bahkan mungkin ada yang memulai tapi secara simbolis kita lakukan hari ini dan memang kita lihat padinya juga cukup unggul dan mudah-mudahan hasilnya bisa menaikkan IP kita," kata dia.
Baca Juga:
Bupati Madina Motivasi OCM U-15 Gagasan dr.Syafran dan SSB Sayap Biru Padangsidimpuan
Lebih lanjut, Bupati Saipullah menjelaskan, pemerintah juga menyalurkan pupuk kepada kelompok tani (poktan) penerima bibit. Ini merupakan langkah pemerintah memotong mata rantai penyaluran sehingga tidak menyulitkan petani.
"Dengan memotong mata rantai yang begitu panjang, maka produktivitas hasil pertanian meningkat, kemudian jadwal panennya juga akan bisa terlaksana sesuai dengan yang kita rencanakan," ujar dia.
Di sisi lain, meskipun ada sekitar 8.000 hektare lahan sawah yang terdampak banjir, Saipullah optimistis kebutuhan beras saat Ramadan dan Idulfitri nanti terpenuhi. Terlebih, secara statistik Madina surplus beras. "Nah, harapan kita surplus itu bisa menutupi di masa kita yang sulit ini," tutup dia.