TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Tapanuli Selatan- Warga Desa Lobulayan Sigordang, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mendadak geger. Seorang petani berinisial AS (38) ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tergantung di sebuah pohon durian di area kebun salak milik warga, Jumat (13/3/2026) sore.
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh Parlindungan Siregar (46). Saat itu, saksi sedang menyalakan api di depan gubuk kebunnya. Namun, pandangannya tertuju pada sesosok pria berbaju kuning yang berada di atas pohon durian tak jauh dari lokasinya.
Baca Juga:
Tragedi Randika: Pemuda 'Broken Home' Meninggal Karena Lapar, Tinggalkan Surat Terakhir
"Saksi sempat memanggil, namun tidak ada respons. Saat didekati, ternyata korban sudah tergantung dengan seutas tali nilon," ujar Kapolsek Batang Toru, AKP PM Siboro, kepada wartawan, Sabtu (14/3/2026).
Di balik aksi nekat tersebut, polisi menemukan tabir persoalan keluarga yang cukup pelik. Berdasarkan keterangan istri korban, Asroyani Rambe (34), hubungan rumah tangga mereka yang telah berjalan 17 tahun tengah berada di ambang kehancuran.
Pasangan yang telah dikaruniai empat orang anak ini diketahui sudah tidak tinggal serumah sejak Januari 2026. Konflik dipicu oleh dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta kebiasaan korban yang sering mabuk-mabukan.
Baca Juga:
KBRI Tokyo Ikuti Upacara 80 Tahun Tragedi Hiroshima dan Nagasaki Bersama PM Jepang Shigeru Ishiba
Bahkan, hanya berselang empat hari dari penemuan jasadnya, atau tepatnya pada 17 Maret 2026, keduanya dijadwalkan menjalani sidang perceraian di Pengadilan Agama Padangsidimpuan.
"Korban sempat menelepon istrinya pada Kamis (12/3) pukul 11.00 WIB dan mengancam akan mengakhiri hidupnya," tambah Kapolsek.
Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan Medis
Tim Inafis Polsek Batang Toru bersama petugas medis dari Puskesmas setempat langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan luar, petugas memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.