TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Mandailing Natal- Sesuai dengan pengaduan Korps Wasit PSSI Madina ke Polres Madina terkait tersangka pemukulan pemain terhadap Wasit pada saat Pinal Turnamen Sepak Bola NNB Cup II Kotanopan telah ditangkap Satreskrim Polres Madina,Selasa (3/3/2026).
Sebelumnya, PSSI Madina telah memberikan sanksi kepada Club dan tersangka dengan hukuman tidak boleh bermain selama 18 bulan untuk teamnya dan 24 bulan untuk pemain tersangka di wilayah Kabupaten Mandailing Natal.
Baca Juga:
Resmi Berlaku Hari Ini, KUHP–KUHAP Baru Mengubah Wajah Penegakan Hukum Indonesia
Ketika Media Wahananews.Co menelusuri langsung di Polres Madina membenarkan tersangka pemukulan terhadap wasit yaitu Sahrizal dan Muhammad Saleh tersebut telah ditahan, sementara pengakuan tersangka kepada Media ini mengakui dan kedua tersangka mengatakan menyesal atas perlakuannya tersebut, tersangka juga minta maaf atas perbuatan yang dilakukannya kepada wasit.

Pemukulan atau penganiayaan yang dilakukan kedua tersangka terhadap wasit tersebut merupakan tindak pidana murni yang diatur dalam KUHP, yaitu Pasal 351 (penganiayaan biasa) ayat 1 dengan ancaman penjara 2 tahun 8 bulan atau Pasal 170 (kekerasan dimuka umum) dengan ancaman maksimal 5 tahun 6 bulan penjara.
Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Mandailing Natal yang juga berprofesi sebagai Pers Nasional Muklis Nasution mengatakan," sebagai pengadil dalam lapangan pertandingan sepak bola atau yang biasa dikatakan wasit mereka punya badan hukum, sebagai pemain tidak bisa semena-mena dalam bertindak atau kekerasan, dan mereka juga punya ketentuan yaitu peraturan perwasitan," ujarnya.
Baca Juga:
Kejati Sumut Tahan 4 Tersangka Baru Kasus Korupsi Proyek Jalan di Batubara
"Perlu diketahui, para pemain sepak bola maupun klub, juga para penonton semua wasit yang bertugas di Kabupaten Mandailing Natal memiliki Sertifikat (Lisensi) dan wasit yang bertugas semua ada surat tugas dari ketua PSSI Madina," katanya lagi.
Muklis juga berharap kepada para pemain sepak bola kiranya dapat menjungjung tinggi sportivitas olah raga dan berharap jangan terulang lagi hal-hal seperti ini kedepan.
[Redaktur: Muklis]