Julukan "Jenderal Rakyat" melekat karena konsistensinya mencetak kader-kader pejuang lingkungan. Ia turut menginisiasi penguatan kelompok konservasi di kawasan Batangtoru yang kini dikenal sebagai habitat Orangutan Tapanuli — spesies orangutan langka yang menjadi ikon baru konservasi dunia.
Melihat ancaman deforestasi dan aktivitas ekstraktif yang terus menggerus habitat satwa dilindungi, Hendra menggagas Forum Konservasi Orangutan Tapanuli (FOKAT) sebagai wadah advokasi khusus penyelamatan spesies tersebut.
Baca Juga:
Rela Jalan Menembus Hutan, Ibu Bhayangkari Pandu Helikopter Bantuan ke Desa Terisolir Tapanuli Tengah
Kalpataru dan 110 Kader Konservasi
Salah satu pencapaian pentingnya adalah saat komunitas dampingan HATABOSI meraih penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup atas keberhasilan menjaga sumber air dan hutan seluas ±3.000 hektare.
"Selama sembilan tahun berjuang bersama mereka, penghargaan itu menjadi kepuasan tersendiri," ujarnya saat berbincang, Kamis (12/2/2026).
Baca Juga:
Hujan Deras Polres Binjai Tetap Laksanakan Patroli
Tak berhenti di sana, sebanyak 110 warga dikukuhkan sebagai kader konservasi oleh BBKSDA Sumatera Utara. Mereka kini menjadi garda terdepan menjaga hutan Batangtoru.
Tetap Konsisten Meski Tanpa Donor
Berbeda dengan banyak NGO lain, Hendra mengakui lembaganya tidak memiliki donor tetap. Namun, hal itu tak menyurutkan langkahnya. Ia bahkan pernah bekerja sebagai surveyor Litbang Kompas demi menjaga roda perjuangan tetap berputar.