TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Padangsidimpuan- Komitmen dalam membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran spiritual warga binaan terus ditunjukkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan melalui kegiatan pembelajaran agama Islam yang digelar di Masjid Al-Ikhlas Lapas Padangsidimpuan, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan pembinaan rohani tersebut semakin semarak dengan kehadiran mahasiswa magang dari UIN Syuhada yang turut mendampingi proses pembelajaran. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan institusi pendidikan dalam membangun kualitas sumber daya manusia, termasuk di dalam lapas.
Baca Juga:
5 Prodi Langka di Indonesia, Jurusan Ini Murah Tapi Prospeknya Global
Sejak pagi, suasana masjid tampak khidmat. Warga binaan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Materi yang diberikan mencakup dasar-dasar aqidah, fiqih ibadah, hingga pembacaan dan pemahaman Al-Qur’an. Tidak hanya mendengarkan, para peserta juga aktif berdiskusi dan bertanya.
Mahasiswa magang berperan langsung dalam mendampingi baca tulis Al-Qur’an serta memfasilitasi diskusi keagamaan yang interaktif. Pendekatan yang komunikatif membuat suasana belajar terasa lebih hangat dan terbuka.
Petugas pembinaan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin pembinaan rohani yang bertujuan membentuk karakter serta memperkuat kesadaran spiritual warga binaan. Diharapkan, melalui pembelajaran agama yang berkelanjutan, para warga binaan mampu menjadikan nilai-nilai keagamaan sebagai landasan dalam memperbaiki diri.
Baca Juga:
Stikes Persada Nabire Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pemprov Papua Tengah
Sementara itu, mahasiswa magang mengaku bersyukur dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembinaan di dalam lapas. Selain menjadi praktik lapangan, pengalaman ini juga menjadi ruang pembelajaran sosial yang memperkaya perspektif mereka tentang pentingnya empati dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Lapas Padangsidimpuan berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami proses perubahan diri yang lebih baik. Bekal pemahaman agama yang kuat diharapkan menjadi pijakan positif saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
[Redaktur: Muklis]