"Kami masih mendalami faktor-faktor yang memicu kecelakaan, termasuk kecepatan kendaraan, jarak pandang, dan kondisi lalu lintas saat kejadian. Saksi-saksi juga tengah dimintai keterangan," terang AKP Jonni.
Ia mengaku sangat prihatin atas insiden tersebut dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, baik pengendara maupun pejalan kaki.
Baca Juga:
Antisipasi Mudik: Pelabuhan Kwandang Siap Menyambut Lebaran 2024
"Kecelakaan sering kali terjadi bukan hanya karena faktor kendaraan, tetapi juga karena kurangnya kewaspadaan. Terutama pada pagi hari saat jarak pandang masih terbatas," tegasnya.
AKP Jonni juga mengingatkan para pengemudi agar tidak mengemudi dalam kondisi mengantuk, lelah, atau tergesa-gesa, serta selalu mematuhi batas kecepatan. Sementara bagi pejalan kaki, khususnya lanjut usia, ia meminta agar keluarga memberikan perhatian ekstra.
"Jika memungkinkan, lansia sebaiknya didampingi saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika harus menyeberang jalan yang ramai," ujarnya.
Baca Juga:
Anggkutan BBM "Sibiru Putih" Parkir di Tangkahan Pondok Batu
Ia menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama.
"Jalan raya adalah ruang publik. Semua pengguna jalan memiliki hak yang sama, tetapi juga kewajiban untuk saling menjaga. Mari kita jadikan keselamatan sebagai budaya, bukan sekadar slogan," pungkasnya.
[Redaktur: Muklis]