TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Arse- Warga Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kini mulai bisa bernapas lega. Jalan provinsi yang selama bertahun-tahun dikenal rusak parah dan menyulitkan warga saat melintas, akhirnya mulai mendapat perbaikan.
Perbaikan tersebut berlangsung di masa kepemimpinan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution dan Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu.
Baca Juga:
Akses Jalan Kabupatan Doloksanggul-Sijamapolang Puluhan Tahun Rusak, Pemkab Humbahas Tutup Mata
Pantauan di lokasi, Jumat (7/8/2026), sejumlah alat berat terlihat melakukan pengerasan badan jalan yang selanjutnya akan dilanjutkan dengan pengaspalan. Pekerjaan itu berlangsung di ruas Jalan Sipirok-Simpang Tandosan, tepatnya pada Km 134+200 hingga Km 137+200.
Di sekitar lokasi pekerjaan, terdapat papan proyek yang mencantumkan kegiatan peningkatan jalan provinsi ruas Sipirok-Simpang Tandosan Km 134+200 hingga Km 137+200. Pekerjaan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Sumut Tahun Anggaran 2026.
Aktivitas pengerjaan membuat arus lalu lintas di lokasi diberlakukan sistem buka tutup. Sejumlah pekerja terlihat mengatur kendaraan yang melintas sembari alat berat melakukan pengerasan badan jalan.
Baca Juga:
Viral Pengaspalan Hotmix di Atas Tanah Berlumpur, Proyek Jalan Provinsi di Nias Ditolak Warga
Tak hanya badan jalan, pekerjaan juga menyentuh bagian drainase. Di sejumlah titik, pekerja tampak mengeruk tanah di sisi jalan untuk membangun saluran drainase dengan kedalaman mencapai lebih dari satu meter.
Ucapan terima kasih kepada Gubernur Sumut dan Bupati Tapsel juga terlihat menghiasi sejumlah titik di sepanjang ruas jalan tersebut. Spanduk-spanduk itu berisi apresiasi masyarakat atas dimulainya pembangunan Jalan Sipirok-Simpang Tandosan.
Salah seorang warga Kelurahan Jonggol Jae, Kecamatan Arse, Darman Pulungan, mengaku bersyukur melihat jalan yang selama ini rusak mulai mendapat penanganan.
Saat ditemui di teras rumahnya, Darman mengatakan jalan tersebut telah dibangun sekitar 35 tahun lalu, tepatnya pada masa Gubernur Sumut Raja Inal Siregar. Menurutnya, setelah pembangunan pada masa tersebut, baru kali ini ruas jalan itu kembali mendapat perbaikan yang cukup berarti.
"Jalan ini dibangun sekitar 35 tahun lalu di masa Gubernur Raja Inal Siregar. Namun setelah dibangun oleh Raja Inal Siregar, baru kali ini ada perbaikan di masa Gubernur Bobby Nasution dan Bupati Gus Irawan Pasaribu," ungkap Darman kepada wartawan.
Darman mengungkapkan, sebelum dilakukan pengerasan, kondisi jalan dari sekitar tempat tinggalnya hingga menuju Simpang Tandosan sangat memprihatinkan. Lubang-lubang besar memenuhi badan jalan dan kerap tergenang air, bahkan ketika cuaca sedang panas.
"Parah lah ini jalannya sebelum mulai dilakukan pengerasan. Lubang-lubang besar ‘terhampar’ di badan jalan, air menggenangi lubangnya. Makanya kami warga di sini bisa memancing ataupun ternak ikan di jalanan. Saban kali melintas naik kereta (motor), perut kita sakit," imbuhnya.
Kini, kondisi jalan tersebut mulai berubah. Badan jalan yang sebelumnya dipenuhi lubang telah ditimbun dan dilakukan pengerasan sehingga permukaannya menjadi lebih rata.
Darman mengaku perubahan itu membuat warga merasa lebih nyaman dan tidak lagi terlalu khawatir saat melintas.
"Ini sudah ditimbun dan pengerasan. Jalan pun sudah rata, sudah terasa nyaman lah melintas sekarang. Apalagi nanti kalau sudah diaspal, pasti lebih nyaman lagi," katanya.
Menurut Darman, perbaikan jalan tersebut bukan hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi harapan baru bagi warga yang selama bertahun-tahun harus menghadapi kondisi jalan yang rusak.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemerintah Kabupaten Tapsel yang telah merealisasikan perbaikan ruas jalan tersebut.
"Terima kasih Pak Gubernur Pak Bobby Nasution dan Pak Bupati Pak Gus Irawan Pasaribu. Di masa Bapak berdua inilah jalan diperbaiki setelah puluhan tahun lalu dibangun oleh Raja Inal Siregar," tutupnya.
[Redaktur: Muklis]