"Berdasarkan data tahun 2024, sebagian kebutuhan ikan di Tapanuli Selatan masih dipasok dari luar daerah, terutama dari Sumatera Barat. Karena itu, kita harus mampu meningkatkan produksi sendiri," katanya.
Untuk memperkuat program tersebut, Pemkab Tapsel juga menyiapkan berbagai dukungan bagi pelaku usaha budidaya, di antaranya fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga nol persen bagi pelaku usaha produktif yang terdampak bencana. Pemerintah juga menggandeng BUMD sebagai distributor benih dan pakan sekaligus menjadi offtaker hasil produksi masyarakat.
Baca Juga:
Syarfi Hutauruk dan Keluarga Salurkan Zakat Maal dan Santuni Anak Yatim
Gus Irawan mengajak masyarakat agar tidak membiarkan lahan menganggur. Menurutnya, pengembangan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh camat, kepala desa, penyuluh, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan program ketahanan pangan.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat memerangi penyalahgunaan narkoba, melawan praktik rentenir, serta menekan angka kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat," pungkasnya.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Salurkan Zakat Profesi ASN di Sibabangun
Ketua Pokdakan Panindoan, Hasan, mengapresiasi bantuan yang diberikan Pemkab Tapsel. Ia berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan hasil budidaya ikan sekaligus menambah pendapatan anggota kelompok dan masyarakat Desa Situmba.
[Redaktur: Muklis]