"Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Agincourt Resources yang secara konsisten setiap tahunnya hingga saat ini mengadakan operasi katarak gratis. Ratusan mata warga Tapanuli Selatan berhasil dioperasi, ini upaya yang sangat luar biasa," ujar Bupati Tapanuli Selatan, Dolly Pasaribu.
Ia juga mengapresiasi PTAR yang memberikan banyak kontribusi kepada masyarakat di bidang kesehatan, bahkan hingga ke luar DAV, salah satunya di Desa Biru, Kecamatan Aek Bilah, melalui Program Layanan Dokter Spesialis.
Baca Juga:
Tambang Emas Martabe Raih PROPER Hijau: Inovasi Ramah Lingkungan untuk Masa Depan Berkelanjutan
Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menambahkan setelah berhasil menggelar operasi katarak gratis di Tapanuli Selatan, Perusahaan akan melangsungkan operasi katarak di dua titik, yakni RS Mata Siantar di Kota Pematang Siantar pada 20-21
Oktober dan RS Mata Mencirim 77 Medan pada 11-12 November. Dengan demikian, Rangkaian Pemeriksaan dan Operasi Katarak Gratis 2023 Tambang Emas Martabe menjangkau empat lokasi di Sumatera Utara.
"Pada operasi katarak tahun 2023, PTAR menggandeng RS Mata Mencirim 77 Medan yang sudah berpengalaman 18 tahun melaksanakan bedah katarak. Di Batangtoru, kami bekerja sama dengan Polri dan menggunakan fasilitas RS Bhayangkara. Sementara, di Sipirok, ibukota Tapanuli Selatan, kami bekerja sama dengan RSUD Sipirok," ujar Katarina.
Tahun 2023 merupakan tahun kesembilan PTAR menyelenggarakan operasi katarak gratis. Sejak pertama kali diadakan pada 2011 hingga saat ini, operasi katarak yang dihelat PTAR telah menyembuhkan lebih dari 10.000 mata dari sekitar 8.000 orang dan memberikan manfaat tidak langsung kepada puluhan ribu orang, tidak hanya keluarga pasien tapi juga masyarakat di sekelilingnya.
Baca Juga:
Tambang Emas Martabe Konsisten Patuhi Baku Mutu Air Sisa Proses
Ima Lubis, salah satunya. Ia pasien katarak yang berhasil dioperasi di RSUD Sipirok pada 11 Oktober 2023. Warga Desa Aek Nangali, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal, ini sehari-hari bekerja sebagai penjaga kantin di sebuah sekolah dasar. Mata kanannya mengalami katarak sehingga jarak pandang yang jelas hanya maksimal 1 meter.
Ima bercerita katarak sangat mengganggu rutinitasnya sebagai penjaga kantin. Aktivitasnya terbatas sehingga harus dibantu suaminya.
"Alhamdulillah penglihatan saya setelah operasi ini sangat jelas. Aktivitas bisa kembali seperti sediakala. Proses administrasi sangat cepat dan sama sekali tidak ada rasa sakit. Terima kasih sebesar-besarnya untuk PTAR," ucap Ima.