Radja Sibanggor juga berpesan kepada saudara saudari yang tinggal di desa Janjimanaon kita masih punya situs sejarah nyata yang harus kita ingat sebagai Panuak Banua (pembuka kampung) kita yaitu Baginda Marpayungaji yang terus kita ziarahi makamnya, Surat Stambuk (Tumbaga Holing) dan Keris Pusaka/Tongkat radja yang saat ini sudah ratusan tahun sampai sekarang masih saya pegang.
"Adapun kegiatan pertemuan akbar tersebut adalah melaksanakan doa bersama mengenang para leluhur/ pendahulu kami, melakukan silaturrahmi terkait tingkat peradaban yang meliputi sejarah silsilah keturunan/ marga ( tarombo), tuntunan dalam tutur antar sesama, makan bersama untuk mengenang sesama yang berasal dari satu kampung dan sebagainya," tutupnya, Minggu (5/7/2026).
Baca Juga:
Bupati Tapteng Terima Audiensi Civitas STAI Barus
Radja juga berharap pertemuan ini sangat penting untuk mengingat para pendahulu kita, karena kelak menjadi bukti nyata desa Sibanggor Julu erat kaitannya dengan desa Janjimanaon begitu juga sebaliknya.
[Redaktur: Muklis]