WahanaNews-Tapsel | Hapirbin Harahap MM, selaku pembina (Ikapemas) menyebutkan bahwa Bupati Mandailing Natal (Madina) belum ada memberikan keputusan yang tepat terkait permasalahan plasma singkuang I atau KUD HSB, Sabtu (25/03/2023).
Hapirbin Harahap berpendapat bahwa Bupati tidaklah elok berbicara dengan nada tinggi kepada masyarakat singkuang I atau anggota plasma HSB, karena selaku pemimpinan tertinggi di Mandailing Natal harus bisa memberikan keputusan yang tepat sehingga masyarakat anggota plasma HSB bisa menerimanya dengan baik dan para pendemo pun bisa bubar dengan tenang menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga:
Polres Asahan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Toba 2024
Hal senad juga dikatakan Ketua Ikatan pelajar mahasiswa Singkuang (Ikapemas), Roinal Putra Nasution kepada WahanaNews-Tapsel, menanggapi bahwa apa yang disampaikan oleh Bupati Madina sangat tidak memberikan keputusan atau kebijakan apa yang diminta terkait tuntutan masyarakat masalah plasma HSB.
Anehnya, sambung Roinal malah Bupati Madina mengatakan masih banyak urusan yang mau di urus dan orang nomor satu di Pemkab Madina ini juga mengatakan bahwa ia capek mengurus perkara ini aja. "Saya rasa tidak elok sebagai pemimpin atau Bupati Madina berbicara seperti itu kepada rakyatnya, pada awalnya Bupati di pilih dari suara rakyat dan sekarang rakyatmu meminta kebijakan yang tepat," tegasnya.
Sementara, Sekretaris Ikapemas, Dandi Syaputra menanggapi apa yang disampaikan oleh Bupati Madina sangatlah tidak etis dan dengan suara nada tinggi, "saya rasa seorang pemimpin apakah dengan suara nada tinggi bisa menyelesaikan masalah terkait tuntutan masyarakat singkuang I," pungkasnya. [rum]