TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Panyabungan—
Komitmen memajukan kebudayaan lokal kembali ditegaskan melalui kolaborasi antara Mandala Project dan Murti Karya Nusantara. Kerja sama ini digagas sebagai langkah strategis untuk menghidupkan, melestarikan, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Mandailing Natal agar tidak tergerus arus modernisasi.
Pendiri Murti Karya Nusantara, Rayhan Arman Nasution, menegaskan bahwa budaya Mandailing Natal memiliki nilai sejarah, seni, dan kearifan lokal yang besar, namun selama ini kerap kurang mendapat ruang ekspresi yang layak. Menurutnya, kolaborasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan gerakan nyata untuk mengangkat budaya Mandailing ke panggung yang lebih luas.
Baca Juga:
Kolaborasi Kemenpar dan Kemenpora Dorong Pengembangan Sports Tourism Berkelanjutan
“Budaya Mandailing Natal itu kaya, tapi sering kali terpinggirkan. Lewat kolaborasi ini, kami ingin menghadirkan ruang-ruang kreatif bagi generasi muda untuk kembali mengenal, mencintai, dan mengembangkan budayanya sendiri,” tegas Rayhan.
Ketua Mandala Project, Muhammad Syafrizal Rangkuti, menyampaikan bahwa sinergi ini akan difokuskan pada program-program konkret seperti festival budaya, pameran seni, diskusi kebudayaan, pelatihan kreatif bagi anak muda, hingga penguatan komunitas seni lokal di berbagai kecamatan di Mandailing Natal.
“Kami ingin budaya Mandailing Natal tidak hanya dikenang sebagai masa lalu, tapi hidup sebagai praktik hari ini. Mandala Project siap menjadi ruang kolaborasi lintas komunitas agar budaya tidak sekadar slogan, tapi benar-benar bergerak,” ujar Syafrizal.
Baca Juga:
Kolaborasi HALUU World Mempersembahkan Secret Garden Experience
Sebelumnya, Murti Karya Nusantara juga telah melakukan audiensi dengan Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal beserta jajaran OPD di Madina. Audiensi tersebut membahas penguatan kebudayaan Mandailing Natal, pengembangan potensi kopi Arabika Mandailing, serta pengelolaan bank sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Dalam audiensi itu, Bupati Mandailing Natal merespons sangat positif dan menyatakan dukungan penuh terhadap agenda kolaborasi Mandala Project dan Murti Karya Nusantara. Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi energi penting agar gerakan kebudayaan, ekonomi kreatif, dan kepedulian lingkungan dapat berjalan beriringan.
Kolaborasi Mandala Project dan Murti Karya Nusantara diharapkan menjadi pemantik lahirnya gerakan budaya yang lebih masif di Panyabungan dan wilayah Mandailing Natal secara luas. Ke depan, kedua pihak berencana melibatkan pelaku seni, komunitas pemuda, lembaga pendidikan, hingga tokoh adat untuk memperkuat ekosistem kebudayaan Mandailing Natal.