TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Pintu Padang- Jajaran Satresnarkoba Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) berhasil menggagalkan dugaan peredaran narkotika jenis ganja seberat 5 kilogram. Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi mengamankan dua orang yang diduga terlibat, yakni AN (37) dan seorang wanita berinisial S (30).
Keduanya diamankan petugas pada Minggu (26/7/2026) di sekitar sebuah pondok yang berada di kawasan perkebunan masyarakat, Kelurahan Pintu Padang II, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan.
Baca Juga:
Polres Tapsel Hadiri Pemusnahan Barang Bukti 39 Perkara Inkracht di Kejari
"Dari lokasi penangkapan, petugas menemukan lima bal yang diduga berisi ganja dengan berat keseluruhan sekitar 5.000 gram," ujar Kapolres Tapsel, AKBP Anton Santoso melalui AKP Philip dalam keterangan tertulis, Minggu (2/8/2026).
AKP Philip menjelaskan pegungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan petugas terkait dugaan aktivitas peredaran ganja di wilayah Kecamatan Batang Angkola. Berdasarkan pemeriksaan awal, lanjut Philip, AN dan S diduga menguasai barang bukti tersebut sebelum nantinya diserahkan kepada pihak yang telah memesan.
Kepada penyidik, kedua terduga pelaku mengaku memperoleh ganja tersebut dari wilayah Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Barang tersebut dibeli dengan harga Rp700 ribu per kilogram pada hari yang sama saat penangkapan dilakukan.
Baca Juga:
Polres Tapsel Tegaskan Dugaan Penyelewengan Biosolar di Paluta Masih Berjalan, Tak Ada Tebang Pilih
"Lima kilogram ganja tersebut dibeli dengan harga Rp700 ribu per kilogram di wilayah Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, pada hari yang sama," jelas AKP Philip.
Dalam pengembangan perkara, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan peredaran ganja tersebut. Penyidik tengah memburu informasi terkait seseorang berinisial P yang diduga sebagai pemasok serta T yang disebut sebagai calon penerima barang.
Kasat Resnarkoba Polres Tapsel menyebut, pengungkapan ini menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.