"Kalau belum berhasil di percobaan pertama, masih ada dua kesempatan lagi dan semuanya gratis. Jadi tidak perlu takut," tegas AKP Jonni.
Dalam pelaksanaannya, petugas Sat Lantas akan mendampingi dan memantau langsung setiap pemohon agar proses ujian berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur. Selain itu, kini juga diterapkan ujian praktik di jalan raya bagi pemohon SIM A dan SIM C.
Baca Juga:
16 Calon Dokter Kunjungi Bupati Morut
Sementara pada ujian teori, penilaian lebih difokuskan pada pemahaman persepsi bahaya (hazard perception) dan wawasan berlalu lintas, guna membentuk pengendara yang mampu membaca situasi dan mengambil keputusan tepat di jalan.
"Tujuan kami bukan mempersulit, tetapi menciptakan pengendara yang sadar keselamatan dan bertanggung jawab," ungkapnya.
AKP Jonni Silalahi pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu mengurus SIM. Menurutnya, SIM bukan sekadar formalitas, melainkan bukti kompetensi, pengetahuan, dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan.
Baca Juga:
Pj Bupati : Praktik Penyimpangan Anggaran di Tapteng Sangat Luar Biasa
"Sekarang ujiannya lebih mudah, lebih manusiawi, dan mengedepankan keselamatan. Mari lengkapi diri dengan SIM demi keamanan, keselamatan, dan ketertiban berlalu lintas," pungkasnya.
[Redaktur: Muklis]