Dalam laporan sebelumnya, oknum pegawai berinisial Nuh dituduh menarik setoran sebesar Rp45 juta dari setiap kelompok. Sementara pihak konsultan dituduh meminta Rp15 juta, sehingga total setoran per kelompok ditaksir mencapai Rp60 juta.
Kutipan dana tersebut dituding ditarik dari empat belas kelompok tani pemakai air yang menjadi korban, yakni P3A Saba Barbaran, P3A Saba Barbaran Jae, P3A Sere Bangun, P3A Pardomuan, P3A Setia Kawan, P3A Batu Layan, P3A Saba Bariba, P3A Saba Payabulan, P3A Aek Botung, P3A Saba Aek Bondar Dolok, P3A Saba Uduk, P3A Saba Oteng, P3A Tani Sejati, dan P3A Sibanggor Tonga.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Imbau Masyarakat Waspada Terhadap Modus Penipuan Melalui Aplikasi WhatsApp
Klarifikasi ini ditayangkan sebagai bentuk pemenuhan hak jawab dan perimbangan berita sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Pokok Pers dan Kode Etik Jurnalistik Wartawan Indonesia.
[Redaktur: Muklis]