Rasyid ingin menggerakkan masyarakat secara langsung dan tidak langsung sehingga semangat gotong royong dan istilah Mar Sialap Ari kembali hangat di kalangan masyarakat Tapsel.
Jika sudah terbiasa, selanjutnya pelan-pelan masyarakat akan belajar makna dan mekanisme pelaksanaan Mar Sialap Ari yang sesungguhnya versi adat.
Baca Juga:
Posko ESDM RAFI 2026 Resmi Ditutup, Pasokan Energi Dipastikan Aman dan Terkendali
“Kita mulai lah dengan tiap bulan bisa membantu saudara kita yang butuh bantuan dalam memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH), terutama di sekitar perkantoran Bupati, yakni Kecamatan Sipirok dan Kecamatan Angkola Timur. Jika satu semester ini sudah berjalan di sekitaran Perkantoran Bupati, maka tahap selanjutnya Marsialap Ari berpindah ke kecamatan lainnya,” terangnya.
3. Gerakan ini tidak memakai APBD ataupun APBN
Baca Juga:
Hadiri Rapat Paripurna DPRD Karo,Bupati Karo Sampaikan Nota Pengantar LKPH Tahun 2025
Rasyid juga menegaskan Marsialap Ari ini memperbaiki rumah saudara kita yang kurang beruntung tidak memakai APBD dan APBN.
Marsialap Ari dilakukan melalui sumbangan tenaga, waktu dan sumbangan bahan material bangunan dari masyarakat dan perantau.
Setiap orang boleh memilih apa yang ingin disumbangkan, tidak harus dalam bentuk uang.