WahanaNews-Tapsel | Para oknum-oknum nakal yang tak bertanggung jawab mengambil keuntungan kenaikan bahan pokok diancam Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), AKBP Roman Smaradhana Elhaj.
Menurut Kapolres, spekulasi yang dilakukan oknum nakal dikhawatirkan bisa merugikan masyarakat.
Baca Juga:
Lisa Mariana Bongkar Dugaan Baru, Kisruh Perselingkuhan Ridwan Kamil Memanas
"Kenaikan beberapa Bapokting jangan dijadikan isu oleh beberapa kelompok untuk mencari/mendapat keuntungan karena bisa berakibat pada aspek kehidupan masyarakat," ungkap Kapolres di sela rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda Tapsel tentang kesiapan menjelang hari besar keagamaan Nasional (HBKN), Sabtu (2/4/2022) pagi di Aula Pratidina Mako Polres setempat.
Adapun isu kenaikan Bapokting yang dimaksud Kapolres adalah kenaikan beberapa komoditi di pasaran seperti, minyak goreng, tepung terigu, kedelai, Gas LPG, maupun BBM Non Subsidi.
Seperti diketahui bersama, kata Kapolres, adapun penyebab naiknya Bapokting lantaran dipengaruhi beberapa faktor.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Apresiasi Komitmen Pemerintah Dukung Energi Terbarukan dengan Beri Waktu 30 Tahun Perjanjian Jual Beli Listrik EBT ke PLN
"Faktor yang dimaksud, yakni pandemi Covid-19, gagal panen karena cuaca atau iklim, bencana alam, maupun konflik yang tengah terjadi di luar negeri beserta turunannya," jelas Kapolres.
Menurut Kapolres, ketahanan pangan menjadi pondasi dalam kehidupan masyarakat yang meliputi Bapokting seperti, beras, kedelai, cabai, bawang merah, gula, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi dan ayam, maupun telur ayam serta ikan.
Kata Kapolres, sudah menjadi hak negara dan bangsa yang secara mandiri dalam menentukan kebijakan pangan yang menjamin atas hak rakyat.