TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Sipirok- Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu melantik 10 Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (10/8/2026).
Pelantikan berlangsung di Lapangan Parade Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok. Para pejabat yang dilantik merupakan hasil seleksi terbuka untuk mengisi sejumlah jabatan pimpinan perangkat daerah yang sebelumnya mengalami kekosongan.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Siapkan Program Gugus Tugas Percepatan Pemulihan Bencana
Pengisian jabatan tersebut telah mendapat rekomendasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui Surat Nomor 38107/R-AK.02.03/HD/F/2026 tertanggal 28 Juli 2026 tentang rekomendasi hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Sepuluh pejabat yang dilantik yakni Yohanes sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Tapsel, Sugeng Priono Siregar sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Nur Aini Dewi sebagai Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Hamonangan sebagai Kepala Dinas Perhubungan, serta Muhammad Taufik Batubara sebagai Kepala Dinas Pertanian.
Kemudian Muhammad Yusuf sebagai Kepala Dinas Sosial, Bonardo Amudinta Parluhutan Marpaung sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Akhmad Sani Harchan sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ilyas Pasaribu sebagai Kepala Dinas Pariwisata, dan Asrul Ali Siregar sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Baca Juga:
Masinton Pasaribu Buka Konferensi Cabang XVIII Muslimat NU Tapteng
Dalam arahannya, Gus Irawan meminta para pejabat yang baru dilantik segera menjalankan amanah dan meningkatkan kinerja pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, pengisian jabatan secara definitif menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan program Pemkab Tapsel, terlebih tahun anggaran 2026 telah memasuki triwulan ketiga.
"Sejak hari ini saudara menjadi pimpinan tertinggi di unit masing-masing. Sebagai pimpinan tertinggi, hendaknya menjadi contoh dan teladan bagi semua orang yang dipimpin," ujar Gus Irawan.
Ia meminta para pimpinan perangkat daerah mampu menjadi pemersatu, motivator dan inspirator bagi jajaran masing-masing. Kemampuan berkomunikasi, membangun empati, berkoordinasi dan berkolaborasi juga dinilai penting dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Untuk menghasilkan program yang baik dibutuhkan koordinasi dan sinergitas antarperangkat daerah. Oleh karena itu, saya harapkan kepada saudara dan saudari yang baru dilantik untuk melakukan koordinasi, kolaborasi dan sinergi," tegasnya.
Gus Irawan turut mengingatkan jajaran pemerintah daerah terhadap dinamika geopolitik global yang masih penuh ketidakpastian. Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap harga energi dan kebutuhan pokok masyarakat.
Karena itu, ia menilai penguatan ketahanan nasional, khususnya ketahanan pangan, harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
"Langkah utama untuk menghadapi dinamika geopolitik dunia saat ini adalah penguatan ketahanan nasional, di mana salah satunya adalah ketahanan pangan," katanya.
Bupati menyebut sektor pertanian sangat strategis bagi Tapanuli Selatan karena mayoritas masyarakat menggantungkan kehidupan dari sektor tersebut.
Pemkab Tapsel, lanjutnya, akan terus mendorong pertanian berkelanjutan, peternakan, perikanan dan diversifikasi pangan lokal. Integrasi sektor pertanian dan peternakan juga perlu dikembangkan untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Untuk sektor perdagangan dan UMKM, Gus Irawan meminta perangkat daerah terkait melakukan terobosan agar koperasi dan pelaku UMKM semakin berkembang.
Penguatan manajemen usaha, diversifikasi produk, pencatatan keuangan, akses permodalan melalui perbankan, digitalisasi pemasaran hingga pemanfaatan e-commerce dinilai penting untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha.
Sementara di sektor pariwisata, ia meminta dilakukan pembenahan tata kelola, pengembangan inovasi serta penggalian potensi wisata yang ada di Tapanuli Selatan.
Objek wisata, menurutnya, juga harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi UMKM masyarakat setempat. Pengelolaan retribusi objek wisata pun diminta dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Bupati juga mengingatkan para pejabat agar tidak hanya mengejar terlaksananya program, tetapi harus memastikan program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Setiap program yang dijalankan, kata dia, harus dievaluasi tidak hanya dari sisi output, tetapi juga outcome.
Pengisian jabatan pimpinan perangkat daerah secara definitif diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program yang telah direncanakan dan dianggarkan pada 2026. Pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan program pembangunan 2027 yang nantinya dibahas bersama DPRD Tapanuli Selatan.
"Kita sudah berada di triwulan ketiga. Saya berharap semua yang kita programkan dapat kita jalankan, dapat dieksekusi, tetapi tidak hanya eksekusi. Kita akan evaluasi, tidak sekadar output, tetapi outcome-nya bagi masyarakat atas semua program yang kita jalankan," pungkasnya.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, para kepala bagian serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
[Redaktur: Muklis]