TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Batahan - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) dalam waktu dekat akan mendirikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu disampaikan Bupati H. Saipullah Nasution saat berdialog dengan pengurus Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Batahan Maju dan masyarakat di Desa Sari Kenanga, Kecamatan Batahan.
Baca Juga:
Pemkab Madina Rayakan HUT ke-26 dengan Beragam Pencapaian
Kedatangan bupati ke kecamatan ini bagian dari rangkaian kunjungan kerja ke pantai barat Madina. Bupati dijadwalkan mengunjungi empat kecamatan, yakni Natal, Muara Batanggadis, Batahan, dan Sinunukan. Kunker berlangsung selama dua hari, yaitu Kamis-Jumat, 3-4 April 2025.
Bupati menjelaskan, pendirian BUMD merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Saipullah-Atika untuk 100 hari pertama. Satu unit usaha yang nantinya diurus perusahaan daerah ini adalah perkebunan sawit.
"Kami akan mengaudit dan investigasi lahan-lahan perkebunan yang ada, mana kala ada selisih dari izin yang ditetapkan, maka itu akan ditarik untuk dikelola BUMD," kata dia.
Baca Juga:
Pemkab Madina Dorong Keberadaan Tong Sampah Keluarga Wujudkan LBS
Bupati juga menyampaikan kabar baik bagi masyarakat Batahan. Per April ini akan dilakukan penandatanganan kontrak pengerjaan proyek pembangunan jembatan sepanjang 120 meter menuju Pelabuhan Palimbungan.
"Harapan saya ini sama-sama kita dukung. Jangan sampai anggaran ini pindah ke daerah lain karena ada masalah seperti pembebasan lahan yang belum selesai," jelas bupati.
Di sisi lain, Bupati Saipullah juga mendorong pemerintah desa untuk mendirikan BUMDes. Bupati mencontohkan keberhasilan BUMDesma Batahan Maju mengelola beberapa usaha telah mendukung perputaran ekonomi dan mendorong kesejahteraan masyarakat.
"Ini akan kami jadikan benchmark, contoh untuk desa-desa lain bagaimana mengelola BUMDes sehingga punya profit," jelas dia.
Sebelumnya, Direktur BUMDesma Arifin Syarif mengatakan perusahaan itu mengelola empat unit usaha, yakni simpan pinjam, pertashop, toko sembako, dan homestay.
Pada triwulan pertama tahun ini, perusahaan tersebut berhasil meraup keuntungan puluhan juta. Tahun sebelumnya, mereka mengalami defisit sampai Rp140 juta pada sektor usaha simpan pinjam.
Dia berharap Pemkab Madina mendukung BUMDesma tersebut sehingga bisa membantu lebih banyak masyarakat. "Soal ketahanan pangan, kami minta rekomendasi pemerintah daerah agar nanti ketika MBG berjalan, kami yang menyediakan bahan pokoknya," jelas Arifin.
Sementara itu, Camat Batahan Sukiman menjelaskan kondisi geografis dan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat, seperti infrastruktur jalan.
Dalam dialog ini masyarakat meminta perhatian bupati dalam hal penuntasan plasma, peredaran narkoba yang kian marak, renovasi rumah guru dan pengadaan dokter gigi di kecamatan, pengadaan truk damkar, dan antisipasi nelayan luar yang menangkap ikan menggunakan bom.
Usai salat Jumat di Masjid Istiqomah, Desa Kubangan Pandan Sari, bupati dan rombongan bertolak ke Kecamatan Sinunukan sembari mengecek jalan penghubung dua kecamatan itu yang terancam putus akibat abrasi.
[Redaktur: Muklis]