TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Sipirok- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) kembali memperkuat sektor pertanian dengan menyalurkan berbagai alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada kelompok tani. Bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, di UPT Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kota Padangsidimpuan, Jumat (17/7/2026).
Baca Juga:
Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Akar Rumput, Pemdes Anggoli Salurkan BLT Dana Desa 2025
Dalam arahannya, Gus Irawan menegaskan seluruh alsintan yang disalurkan merupakan aset bersama yang harus dimanfaatkan secara optimal, bukan menjadi milik pribadi maupun kelompok tertentu.
"Tujuan utama bantuan ini adalah meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Karena itu, Alsintan harus dimanfaatkan bersama, dirawat dengan baik, dan tidak dibiarkan menganggur setelah selesai digunakan oleh kelompok penerima," tegasnya.
Untuk memastikan bantuan benar-benar memberikan manfaat, Bupati menginstruksikan Dinas Pertanian Tapsel mendata seluruh alsintan yang telah disalurkan selama lima tahun terakhir. Pendataan tersebut bertujuan memastikan seluruh bantuan masih digunakan sesuai peruntukan sekaligus mencegah penyalahgunaan aset.
Baca Juga:
Syarfi Hutauruk dan Keluarga Salurkan Zakat Maal dan Santuni Anak Yatim
Ia juga mendorong kelompok tani penerima bantuan agar bersedia meminjamkan alsintan kepada kelompok tani lain dengan biaya operasional dan perawatan yang wajar sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Menurut Gus Irawan, mekanisasi menjadi salah satu kunci peningkatan produktivitas pertanian. Ia mencontohkan produktivitas jagung di sejumlah negara maju yang telah mencapai 10 hingga 12 ton per hektare, sedangkan rata-rata produksi jagung nasional masih berkisar 5 hingga 6 ton per hektare.
Selain mekanisasi, Bupati mengajak masyarakat mengoptimalkan seluruh lahan pertanian agar tidak ada lagi yang terbengkalai. Pasalnya, sekitar 45 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Tapanuli Selatan berasal dari sektor pertanian, sementara sekitar 75 persen penduduk menggantungkan mata pencahariannya pada sektor tersebut.