"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mengangkat kembali jasa, pemikiran, dan keteladanan para tokoh bangsa yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan sejarah Indonesia, termasuk tokoh-tokoh Mandailing Natal," kata dia.
Afrizal menjabarkan, Sutan Takdir Alisyahbana pantas diajukan sebagai pahlawan nasional mengingat kontribusi terhadap perkembangan bahasa, sastra, kebudayaan, dan pemikiran modern Indonesia.
Baca Juga:
INALUM Tajamkan Daya Saing Lewat Inovasi Hijau di TIS 2025
"Di sisi lain, kita juga mengenang Willem Iskander sebagai pelopor pendidikan dari tanah Mandailing yang telah menanamkan semangat kemajuan, pendidikan, dan kesadaran kebangsaan jauh sebelum Indonesia merdeka," lanjut dia.
Afrizal berharap seminar ini menghasilkan rekomendasi, masukan, serta kajian akademik yang berkualitas dan bermanfaat bagi proses pengusulan gelar pahlawan nasional maupun bagi pengembangan ilmu pengetahuan, sejarah, dan kebudayaan di Madina.
"Akhirnya dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim dan senantiasa mengharap rida dan perlindungan dari Allah Swt, seminar ilmiah dengan tema Merintis Indonesia Modern: Jejak Pemikiran, Bahasa, dan Kebudayaan Sutan Takdir Alisjahbana Menuju Pahlawan Nasional dan Menelusuri Jejak Kepahlawanan Willem Iskander dalam Membangun Pendidikan dan Kesadaran Bangsa, secara resmi saya nyatakan dibuka," tutup Sekda Afrizal.
Baca Juga:
2.000 Guru di Sumedang Ikuti Seminar Nasional “How To Be A Great Teacher''
Dalam kesempatan ini, turut hadir Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekdakab Madina Dr. Kapsan Usman Utomo Nasution, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Parlin Lubis, dan Plt. Kaban Kesbangpol Sudrajat Putra.
[Redaktur: Muklis]