TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Panyabungan- Semangat menghidupkan ruang publik terus digelorakan Mandala Project sejak awal tahun 2026. Bersama berbagai organisasi dan komunitas di Mandailing Natal seperti DPK Satma AMPI STAIN Madina, USB STAIN Madina, Marturi Official, Bagas Budaya, IMAKAMUS Madina, serta elemen kepemudaan dan santri Musthafawiyah Panyabungan, Mandala Project konsisten menghadirkan kegiatan edukatif, religius, dan kultural di Alun-Alun Panyabungan.
Program ini bertujuan mengubah wajah Alun-Alun dari ruang yang pasif menjadi ruang produktif tempat masyarakat, khususnya generasi muda, dapat belajar, berekspresi, dan membangun kebersamaan setiap malam minggu.
Baca Juga:
Malam Hiburan Rakyat Hari Jadi Tapteng, Alun-alun Pandan Jadi Lautan Manusia
Sejak awal tahun, berbagai kegiatan telah digelar, mulai dari Refleksi Tahun 2025 menuju 2026, Marsiajar Markobar dohot Maradat untuk kalangan muda, pertunjukan tari tradisional, drama Mandailing, puisi musikalisasi, hingga agenda keagamaan.
Salah satu kegiatan yang sukses dilaksanakan adalah Penyambutan Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M, pada Sabtu, 14 Februari 2026, di Alun-Alun Panyabungan. Acara ini menjadi momentum spiritual sekaligus ruang motivasi bagi generasi muda.
Tausiah disampaikan oleh Muhammad Azlan Lubis, yang memberikan motivasi kepada anak muda agar berani bercita-cita setinggi-tingginya. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan peningkatan kualitas diri.
Baca Juga:
Festival Balon Udara Wonosobo Berlangsung Sukses dan Meriah
Melalui kisah perjalanan hidupnya yang inspiratif dari alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah, melanjutkan studi di Universitas Al-Ahgaff, hingga menjadi Da’i Muda Internasional beliau mengajak generasi muda Mandailing Natal untuk tidak membatasi mimpi. Namun di atas segala cita-cita, beliau menegaskan satu hal penting: jangan pernah melupakan bakti kepada orang tua sebagai kunci keberkahan hidup.
Dalam suasana yang penuh haru dan kebanggaan, Ustadz Azlan juga menyampaikan bahwa dirinya seperti pulang ke kampung halaman, mengingat masa-masa sekolah di Musthafawiyah yang membentuk fondasi keilmuan dan perjuangannya hingga hari ini.
Ketua Panitia, Abdul Haris Nasution, menyampaikan bahwa pemuda harus ikut andil dalam setiap gerakan positif yang bermanfaat bagi masyarakat. Sementara itu, Ketua Mandala Project, Muhammad Syafrizal Rangkuti, berharap kegiatan seperti ini terus mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal agar program literasi, seni-budaya, dan multimedia yang digagas dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.