TAPSEL.WAHANANEWS, Tapanuli Selatan- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan. Tim riset sekolah tersebut berhasil meraih medali perak (Silver Medal) pada ajang Nasional Essay Competition (NEC) 2 Tahun 2026 di bidang lingkungan.
Kompetisi yang digelar di Malang pada 18–19 April 2026 ini diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 20 tim terbaik yang berhasil melaju ke babak final dan mempresentasikan karya ilmiahnya di Gedung Malang Creative Center.
Baca Juga:
China Jual Robot Humanoid Rp23 Juta, Lebih Murah dari iPhone
Tim MAN IC Tapsel yang terdiri dari Aqila Pratama Hasibuan sebagai ketua dan Sahira Latifa sebagai anggota tampil memukau dengan karya berjudul "Inovasi SEMORA: Model Reforestasi Presisi Cerdas sebagai Solusi Krisis Ketahanan Lingkungan di Indonesia, khususnya Sumatera Utara."
Karya tersebut mendapat perhatian dewan juri karena dinilai menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan, terutama bencana banjir dan tanah longsor yang kerap melanda Sumatera Utara.
Kepala MAN IC Tapsel, Abdul Hakim Siregar, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras siswa serta bimbingan guru yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Prabowo Lantik Arif Satria sebagai Kepala BRIN, Tekankan Pentingnya Riset dan Inovasi untuk Kemajuan Bangsa
"Keberhasilan ini tidak terlepas dari kompetensi dan komitmen guru dalam mendidik serta membimbing siswa. Ini juga buah dari manajemen pendidikan yang kami terapkan," ujarnya kepada Wartawan, Minggu (19/4/2026).
Senada dengan itu, guru pembimbing tim, Mis Ariska Ainun Jamila Rambe, mengungkapkan bahwa pencapaian di tingkat nasional membutuhkan proses panjang, latihan intensif, serta dedikasi tinggi dari para siswa.
"Ini hasil dari kerja keras dan semangat belajar mereka yang luar biasa. Kami sangat bangga," katanya.