"Karena kondisi sumur gelap dan tidak terlihat langsung tanpa penerangan, saudari korban merasa curiga. Ia langsung keluar rumah untuk meminta bantuan," ujar Ashadi kepada wartawan.
Tak disangka, di tengah kepanikan itu, saudari korban bertemu dengan salah satu personel damkar yang sedang melayat tak jauh dari lokasi. Informasi tersebut segera diteruskan ke tim, dan pukul 09.56 WIB petugas tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi.
Baca Juga:
Polres Padangsidimpuan Bantu Masyarakat Dapatkan Beras Terjangkau
Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Petugas harus bekerja ekstra hati-hati karena ruang menuju sumur sangat sempit dan minim cahaya. Selain itu, kondisi korban yang mengidap epilepsi membuat tim harus lebih sabar dan persuasif.
"Petugas harus membujuk korban agar tetap tenang. Akses yang sempit juga menyulitkan pergerakan tim," jelas Ashadi.
Setelah hampir 40 menit berjibaku dengan ruang sempit dan kondisi yang menegangkan, tepat pukul 10.35 WIB korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Baca Juga:
Kasus Pembunuhan di Tapsel: Tiga Tersangka Ditangkap, Satu DPO
Peristiwa ini menjadi bukti kesiapsiagaan dan respons cepat Damkar Kota Padangsidimpuan dalam menangani kondisi darurat. Sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memastikan keamanan lingkungan rumah, terutama area sumur yang berpotensi membahayakan.
[Redaktur: Muklis]