"Jadi, selamat datang di Mandailing Natal. Semoga bisa berbaur dengan segala ragam dan situasinya. Mari kita melakukan segalanya dengan kebersamaan, selama itu dalam tatanan koridor yang tidak bertentangan dengan hukum, agama, adat, dan lingkungan," kata dia.
AKBP Arie Sopandi memanfaatkan momen ini untuk berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat katena telah mendukung dirinya selama bertugas di Madina.
Baca Juga:
Pemkab Madina Turunkan Alat Berat Perbaiki Drainase Pasar Lama Panyabungan
"Masyarakat sangat membantu tugas-tugas kepolisian, baik itu dalam hal kegiatan keagamaan, ataupun kegiatan olahraga, ataupun kegiatan-kegiatan lain," kata dia.
Arie Sopandi menilai karakteristik masyarakat Madina cukup lengkap sehingga tidak bisa diterapkan satu gaya kepemimpinan. Dia berpesan kepada kapolres yang baru supaya bisa beradaptasi.
"Kami mohon doanya semoga dalam kedinasan berikutnya kami diberikan keselamatan, kesuksesan, sehingga bisa menempuh karier yang lebih tinggi," harap dia.
Baca Juga:
Pemkab Madina Salurkan Bantuan Tahap Empat dari Kementan, Ini Sasarannya
AKBP Bagus Priandy, sebagai putra Bengkulu, mengaku senang bisa bertugas di Pulau Sumatera. Sebab, selama kariernya di kepolisian lebih banyak ditugaskan di luar Pulau Sumatera.
Dia berkelakar, sebagai mantan penyidik KPK, kehadirannya menimbulkan multitafsir di benak para pejabat maupun masyarakat. Terlebih pada pertengahan tahun lalu terjadi operasi tangkap tangan di Madina.
"​Selanjutnya saya meminta restu, mohon dukungannya selama saya menjalani tugas di sini. Apabila ada masukan, saran, kritik, tolong disampaikan," harap Bagus.