TAPSEL.WAHANANEWS.Co, Padangsidimpuan- Upaya peningkatan keselamatan kerja di lingkungan dapur terus dilakukan. Sekitar 50 pegawai dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Karya Indonesia Emas, Padangsidimpuan Utara WEK III 2, mengikuti pelatihan dan simulasi pencegahan kebakaran yang digelar Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padangsidimpuan, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan ini tercatat sebagai pelatihan perdana di Sumatera Utara yang secara khusus menyasar pekerja dapur SPPG, mengingat aktivitas memasak memiliki potensi risiko kebakaran cukup tinggi.
Baca Juga:
Bupati/Wakil Bupati Toba Perdana Berkantor di Desa Sidulang
Dalam pelatihan tersebut, petugas Damkar memberikan pembekalan mulai dari mitigasi awal kebakaran, cara memilih tabung gas yang aman, hingga langkah penanganan kebakaran agar tidak meluas. Tidak hanya teori, peserta juga diperkenalkan langsung dengan berbagai jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta praktik penggunaannya.
Simulasi dilakukan secara bergantian oleh seluruh pegawai, baik laki-laki maupun perempuan. Peserta dilatih memadamkan api menggunakan metode sederhana seperti karung goni basah hingga teknik penggunaan APAR dengan pengawasan ketat petugas Damkar.
Pelatihan ini turut disaksikan Koordinator BGN Wilayah Kota Padangsidimpuan Dian Erlangga Putra Simanjuntak, SKM, Kepala SPPG Padangsidimpuan Utara WEK III 2 Abiyyu Ihsan Lubis, S.AP, Kasi Peningkatan Kapasitas Aparatur Damkar Kota Padangsidimpuan Ika Afrida, serta perwakilan Yayasan Karya Indonesia Emas, Hj. Siti Hawani Harahap.
Baca Juga:
Setelah Dilantik, Wabup Toba Audi Murphy Sitorus Bakal Ikuti Retret di Magelang
Kepada media, Hj. Siti Hawani Harahap mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk komitmen yayasan dalam memenuhi standar perlindungan dan keselamatan kerja bagi seluruh karyawan dapur.
"Kegiatan ini kami lakukan sebagai upaya pemenuhan keselamatan kerja, khususnya di dapur yang aktivitasnya sangat erat dengan api. Kami ingin seluruh karyawan memahami SOP pemadaman kebakaran," ujarnya.
Menurutnya, pelatihan langsung dan simulasi lapangan sangat penting agar karyawan memiliki kesiapan jika terjadi kondisi darurat.