"Kondisi sekolah benar-benar tidak bisa dipakai. Lumpur sangat tebal dan banyak kerusakan,” ujar Danramil 19 Siais, Kapten Inf Halasson Sirait.
Tak hanya membersihkan, para prajurit juga mengecat ulang dinding sekolah dengan warna merah putih, memperbaiki bangku belajar, hingga menata kembali ruang kelas agar nyaman digunakan.
Baca Juga:
Lewat Edukasi dan Kolaborasi, IDAI Serukan Waspada Penyakit Jantung Reumatik Sejak Dini
Kini, ruang-ruang kelas kembali dipenuhi suara belajar. Sebagian siswa bahkan bernyanyi dengan riang. Melisa Handasari, siswi kelas VI, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
"Senang sekali bisa kembali ke sekolah. Di tenda susah belajarnya, buku-buku kami juga banyak yang rusak," katanya sambil tersenyum.
Rasa terima kasih pun mengalir dari para guru dan siswa.
Baca Juga:
Menteri PPPA Turun Langsung ke SMAN 72 Jakarta, Tekankan Pemulihan Trauma Anak Pascaledakan
"Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak KASAD, Pangdam, dan seluruh bapak TNI yang sudah membantu sekolah kami," ujar Agustina Dalimunthe, salah seorang guru.
Di sela-sela jam pelajaran, teriakan polos terdengar dari dalam kelas dan halaman sekolah.
"Terima kasih Bapak Presiden… Terima kasih Bapak TNI…"