"Banyak catatan yang harus diperbaiki dan kami melihat itu adalah sebagai bentuk koreksi atas laporan keuangan yang kami serahkan," sebut dia.
Terhadap catatan dan rekomendasi dari BPKP, Bupati Saipullah menerangkan, pihaknya akan menindaklanjutinya dalam kurun waktu dua bulan. "Selanjutnya kami akan melakukan capacity building kepada pegawai atau pejabat yang langsung menangani kegiatan laporan keuangan di semua OPD yang ada di Madina," lanjut dia.
Baca Juga:
Pemkab Madina Terus Berupaya Mengalihkan Masyarakat dari Tanaman Terlarang
Bupati berharap tahun mendatang Pemkab Madina bisa mempertahankan opini tersebut dengan catatan yang jauh lebih sedikit.
Sementara itu, Ketua DPRD Erwin mengatakan keberhasilan Pemkab Madina meraih Opini WTP tiga kali berturut kemungkinan akan mendapatkan tambahan anggaran yang bisa diperuntukkan bagi pembangunan.
"Tapi, sebagai ketua DPRD, saya berterima kasih kepada Pemkab Madina. Mudah-mudahan ke depan WTP ini dapat kita pertahankan dengan WTP murni karena tadi saat pengumuman ada dua yang ada penekanan sesuatu hal," sebut ketua DPC Gerindra Madina ini.
Baca Juga:
Pemkab Madina Terima DBH Sebasar Rp 24 M dari Pemprovsu
Dia menilai, opini ini harus terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang, terlebih tahun ini WTP yang diraih adalah murni atau tanpa ada PSH (Penekanan Suatu Hal).
"Alhamdulillah, kita, kan, WTP-nya, WTP murni, di tahun pertama pemerintahan Saipullah-Atika mudah-mudahan ini bisa tetap dipertahankan," pungkas Erwin.
Untuk diketahui, Pemkab Madina pertama kali meraih Opini WTP pada 2022 lalu. Sejak saat itu, laporan LKPD selalu meraih opini serupa. Tahun ini pun menjadi tahun ketiga secara beruntun hal tersebut dicapai