"Program ini ditargetkan memenuhi minimal 20 persen kebutuhan telur di Madina untuk mendukung program makan bergizi gratis," sebut dia.
Antusiasme disampaikan peserta studi tiru, Muhammad Yasid asal Desa Lumban Pasir. Ia mengaku mendapat wawasan baru tentang manajemen pakan. "Saya dapat pengalaman dan pengetahuan mendalam. Saya yakin siap memulai beternak ayam petelur di Madina," kata dia.
Baca Juga:
Pemkab Madina Gelar Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
Untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini, Pemkab Madina berkomitmen mempermudah akses permodalan peternak melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Diharapkan program ini menggerakkan ekonomi lokal dan memastikan ketersediaan pangan bergizi terjangkau bagi masyarakat.
Dalam kunjungan ini, Wabup Atika didampingi Plt Kadis Pertanian dan Peternakan Taufik Zulhandra Ritonga, Kabid Peternakan Reni, Kadis Kominfo Muhammad Syail, dan tiga peternak ayam petelur.
[Redaktur: Muklis]