TAPSEL.WAHANANEWS.CO, Panyabungan - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) menggelar seminar pengajuan pahlawan nasional di Aula STAIN Mandailing Natal, Kompleks STAIN, Panyabungan, pada Jumat, 19 Juni 2026.
Seminar bertajuk Merintis Indonesia Modern, Jejak Pemikiran Bahasa dan Kebudayaan Sutan Takdir Alisjahbana dan Menelusuri Jejak Kepahlawanan Willem Iskander dalam Membangun Pendidikan dan Kesadaran Bangsa ini dibuka oleh Pj. Sekda Afrizal Nasution dengan menghadirkan Askolani Nasution, Patuan Mandailing, dan Dr. Datuk Imam Marzuki sebagai narasumber.
Baca Juga:
INALUM Tajamkan Daya Saing Lewat Inovasi Hijau di TIS 2025
Acara ini turut melibatkan Gerep Institut, pusat kajian Mandailing, yang pada awalnya berfokus pada pengusulan Willem Iskander sebagai pahlawan nasional. Komunitas itu bertransformasi menjadi institusi pendidikan dengan tujuan yang lebih universal.
Kadis Sosial dan PPPA Dr. Ahmad Duroni Nasution mengatakan, seminar ini merupakan bagian dari upaya pengusulan tokoh-tokoh nasional dari Madina menjadi pahlawan nasional.
Duroni menerangkan, sebelumnya ada dinamika dalam pengusulan pahlawan nasional dari Madina. Gerep Institut fokus pada Willem Iskander, tapi setelah diskusi dan koordinasi komunitas tersebut berkembang dengan tujuan yang lebih luas.
Baca Juga:
2.000 Guru di Sumedang Ikuti Seminar Nasional “How To Be A Great Teacher''
Dia mengungkapkan, sebelumnya Dinas Sosial dan PPPA diundang Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial untuk mengusung Sutan Takdir Alisjahbana menjadi pahlawan nasional.
"Yang tentunya ini satu kebanggaan bagi kita. Namun tidak bisa nafikan, tidak bisa pungkiri, masih banyak tokoh-tokoh Mandailing Natal yang begitu layak dan patut untuk kita usulkan menjadi pahlawan nasional," sebut dia.
Sementara itu, Sekda Afrizal Nasution mengapresiasi pihak-pihak yang terlibat dalam seminar ini. Dia menilai, acara hari ini adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab untuk mengangkat kembali pemikiran dan keteladanan tokoh-tokoh asal Bumi Gordang Sambilan.