Di sisi lain, Wabup Atika kembali mengajak dan mengimbau masyarakat agar pintar memanfaatkan lahan-lahan tidur maupun pekarangan rumah untuk menanam sayur-mayur. Terlebih saat ini sudah banyak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Madina.
"Kalau SPPG sudah mulai datang memborong, kuantitasnya tetap segitu, yang mau membeli lebih banyak, tentu otomatis harga akan naik," jelas dia.
Baca Juga:
Realisasi Belanja Program Prioritas Prabowo Sudah Cair Rp815 Triliun
Sebelumnya, Wakapolres Kompol Aris Fianto mengatakan pihaknya diberikan target menanam jagung seluas 439 hektare. "Karena kami di Polres ini harus ada target penanaman jagung ini 439 hektare. Itu wajib kami tanam. Salah satunya inilah kerja sama kami dengan dari PT SMGP," kata dia.
Kompol Aris pun meminta dukungan dari perusahaan-perusahaan dan Pemkab Madina sehingga target tersebut terpenuhi. Sebab, selain target tanam mereka juga diwajibkan menyetor hasil panen sebanyak 60 ton ke Bulog.
"Jadi ini menjadi dukungan kita semua, Polres Madina juga mendukung ketahanan pangan, mungkin dari Pemkab Madina juga, dan dari PT-PT yang ada di wilayah Madina. Terima kasih kepada PT SMGP yang sudah bekerja sama dengan Polres Madina," harap dia.
Baca Juga:
8 Fokus Program RKP Prabowo 2025: Naikkan Gaji ASN Guru, TNI-Polri, Pejabat Negara
[Redaktur: Muklis]