"Identitas pemesan masih kami dalami. Kami juga masih menyelidiki asal barang, tujuan pengiriman, calon penerima, hingga jaringan yang terlibat dalam peredaran narkotika ini," kata AKP Philip.
Dari hasil penyelidikan sementara, dua terduga pelaku diduga ikut mendampingi proses pengiriman, sedangkan seorang lainnya berperan sebagai pengemudi yang dijanjikan upah apabila berhasil mengantarkan barang haram tersebut ke lokasi tujuan.
Baca Juga:
9 Tersangka Penyerangan yang Gugurkan 3 Polisi Akhirnya Dibekuk, Ini Peran Mereka
AKP Philip menegaskan, penyidik tidak hanya berfokus pada penindakan terhadap para terduga pelaku, tetapi juga terus mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.
"Fokus kami bukan hanya mengamankan barang bukti, tetapi membongkar jaringan yang berada di balik peredaran narkotika ini," tegasnya.
Ia juga mengapresiasi informasi yang diberikan masyarakat sehingga upaya penyelundupan narkotika tersebut berhasil digagalkan. Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkoba.
Baca Juga:
Tak Ada Ampun! RSUD Sampang Siapkan Pemecatan Usai Dokter Terlibat Kasus Sabu
"Hanya ada tiga tempat bagi pelaku penyalahgunaan narkotika, yakni penjara, rumah sakit, atau kuburan. Karena itu, kami mengajak masyarakat terus berperan aktif memberikan informasi kepada kepolisian," pungkasnya.
[Redaktur: Muklis]