"Mesinnya hidup. Baru, bup suaranya, langsung meletup. Pas kami bawa tadi APAR (Alat Pemadam Api Ringan) untuk pemadaman, tidak mempan APAR-nya," ungkap Irsan menceritakan kepanikan di lokasi.
Melihat kobaran api yang kian membesar, petugas SPBU bersama warga sekitar langsung bergerak cepat mengevakuasi serta mendorong sejumlah mobil dan sepeda motor lain menjauh dari pompa pengisian guna mencegah ledakan berantai yang lebih besar.
Baca Juga:
Dua Penjambret Tas Pemilik Warung Ditangkap Polisi, Terancam Hukuman 12 Tahun Penjara
Dugaan Praktik "Tangki Siluman" dan Pompa Rakitan
Insiden ini menguak dugaan adanya praktik manipulasi pembelian BBM secara ilegal. Irsan menjelaskan, secara prosedur petugas mengisi BBM melalui lubang tangki standar bawaan pabrik, dan ia menegaskan tidak ada pengisian ke dalam jeriken secara terbuka.
Namun, kecurigaan muncul karena seluruh kaca mobil minibus tersebut ditutup rapat oleh pengemudi, sehingga menyulitkan petugas untuk melihat kondisi di dalam kabin atau bagasi. Irsan mengaku sempat mendengar suara asing mirip mesin pompa rakitan dari dalam mobil sesaat sebelum ledakan terjadi.
Baca Juga:
Polrestabes Medan Berhasil Tangkap 10 Anggota Geng Motor yang Bikin Onar di Medan
"Tangki standar memang, cuma kami tidak tahu di dalam bagasi ada apa. Karena dia langsung mengisi, tutup semua kacanya. Kami tidak tahu di dalam bagasinya diisi apa, kami tidak memeriksa. Tapi seperti ada suara mesin (pompa) tadi," beber Irsan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengemudi mobil yang memicu kebakaran tersebut diketahui merupakan warga Kotanopan. Muncul dugaan kuat bahwa letupan dipicu oleh korsleting pada alat pompa rakitan di dalam kabin yang terhubung dengan tangki modifikasi (tangki siluman).
Kesaksian ini kini menjadi petunjuk krusial bagi pihak kepolisian untuk menginvestigasi lebih lanjut praktik manipulasi pembelian BBM di wilayah Madina.