Situasi lantas berubah menjadi aksi kekerasan yang membuat SS mengalami sejumlah luka. Warga sempat memberikan pertolongan kepada korban, namun kondisi korban memburuk akibat pendarahan hebat.
"Korban sempat ditolong oleh warga, namun karena pendarahan yang cukup hebat, korban meninggal dunia," ujar Aswin.
Baca Juga:
Ini 5 Tempat Berburu Sunrise Eksotis di Perbukitan Pantura Manggarai Barat
Setelah kejadian, GS melarikan diri dan masuk ke kawasan perbukitan yang dipenuhi semak belukar serta jauh dari permukiman.
Mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, personel Polsek Sipirok langsung melakukan pencarian. Tim yang dipimpin Kapolsek Sipirok bersama Kanit Reskrim Polsek Sipirok, Ipda Lukman M Aruan, menyisir sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian GS.
Proses pencarian berlangsung di medan yang cukup sulit. Polisi harus melewati kawasan berbukit dengan akses sempit dan tidak dapat dilalui kendaraan secara leluasa.
Baca Juga:
Petunjuk dari masyarakat akhirnya membantu polisi mengarah ke lokasi persembunyian GS. Terduga pelaku ditemukan berada di sebuah pondok tua di kawasan perkebunan.
GS berhasil diamankan sekitar delapan jam setelah polisi menerima laporan kejadian.
"Dalam waktu sekitar delapan jam sejak laporan diterima, terduga pelaku berhasil diamankan. Medan yang sulit tidak menghalangi personel untuk mengungkap kasus ini," kata Aswin.