Sementara di sektor pariwisata, ia meminta dilakukan pembenahan tata kelola, pengembangan inovasi serta penggalian potensi wisata yang ada di Tapanuli Selatan.
Objek wisata, menurutnya, juga harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi UMKM masyarakat setempat. Pengelolaan retribusi objek wisata pun diminta dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Baca Juga:
Pemkab Tapteng Siapkan Program Gugus Tugas Percepatan Pemulihan Bencana
Bupati juga mengingatkan para pejabat agar tidak hanya mengejar terlaksananya program, tetapi harus memastikan program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Setiap program yang dijalankan, kata dia, harus dievaluasi tidak hanya dari sisi output, tetapi juga outcome.
Pengisian jabatan pimpinan perangkat daerah secara definitif diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program yang telah direncanakan dan dianggarkan pada 2026. Pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan program pembangunan 2027 yang nantinya dibahas bersama DPRD Tapanuli Selatan.
"Kita sudah berada di triwulan ketiga. Saya berharap semua yang kita programkan dapat kita jalankan, dapat dieksekusi, tetapi tidak hanya eksekusi. Kita akan evaluasi, tidak sekadar output, tetapi outcome-nya bagi masyarakat atas semua program yang kita jalankan," pungkasnya.
Baca Juga:
Masinton Pasaribu Buka Konferensi Cabang XVIII Muslimat NU Tapteng
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Bupati Tapanuli Selatan H. Jafar Syahbuddin Ritonga, Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, para kepala bagian serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan.
[Redaktur: Muklis]