"Ini akan kami jadikan benchmark, contoh untuk desa-desa lain bagaimana mengelola BUMDes sehingga punya profit," jelas dia.
Sebelumnya, Direktur BUMDesma Arifin Syarif mengatakan perusahaan itu mengelola empat unit usaha, yakni simpan pinjam, pertashop, toko sembako, dan homestay.
Baca Juga:
Pemkab Madina Rayakan HUT ke-26 dengan Beragam Pencapaian
Pada triwulan pertama tahun ini, perusahaan tersebut berhasil meraup keuntungan puluhan juta. Tahun sebelumnya, mereka mengalami defisit sampai Rp140 juta pada sektor usaha simpan pinjam.
Dia berharap Pemkab Madina mendukung BUMDesma tersebut sehingga bisa membantu lebih banyak masyarakat. "Soal ketahanan pangan, kami minta rekomendasi pemerintah daerah agar nanti ketika MBG berjalan, kami yang menyediakan bahan pokoknya," jelas Arifin.
Sementara itu, Camat Batahan Sukiman menjelaskan kondisi geografis dan pembangunan yang dibutuhkan masyarakat, seperti infrastruktur jalan.
Baca Juga:
Pemkab Madina Dorong Keberadaan Tong Sampah Keluarga Wujudkan LBS
Dalam dialog ini masyarakat meminta perhatian bupati dalam hal penuntasan plasma, peredaran narkoba yang kian marak, renovasi rumah guru dan pengadaan dokter gigi di kecamatan, pengadaan truk damkar, dan antisipasi nelayan luar yang menangkap ikan menggunakan bom.
Usai salat Jumat di Masjid Istiqomah, Desa Kubangan Pandan Sari, bupati dan rombongan bertolak ke Kecamatan Sinunukan sembari mengecek jalan penghubung dua kecamatan itu yang terancam putus akibat abrasi.
[Redaktur: Muklis]